Curah Hujan Tinggi, Ribuan Rumah Terendam Banjir

- Rabu, 08 November 2017 21:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir112017/1592_Curah-Hujan-Tinggi--Ribuan-Rumah-Terendam-Banjir.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Hujan deras yang melanda beberapa wilayah telah menyebabkan banjir yang merendam permukiman. Bencana banjir tercatat di Kabupaten Aceh Singkil, Kabupaten Asahan, Kabupaten Bandung, Kabupaten Balangan, Kota Medan, dan Kabupaten Pelalawan. Meningkatnya curah hujan telah menyebabkan debit sungai meluap. 

 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho melaporkan, rusaknya daerah aliran sungai makin meningkatkan daerah-daerah makin rentan bencana banjir. "Bahkan banjir dapat terjadi berulangkali dalam satu tahun. Misal, banjir di Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah dan Bojongsoang Kabupaten Bandung dapat terjadi lebih dari 15 kali dalam satu tahun. Begitu juga di Kabupaten Asahan, banjir dapat terjadi 5 kali dalam setahun. Ini terjadi karena makin rentannya daerah tersebut akibat kerusakan daerah aliran sungai di bagian hulu, tengah dan hilir. Akibatnya permukiman makin sensitif terjadi bencana," ujarnya melalui siaran pers BNPB, Rabu (08/11/2017).

 

Pada Rabu (8/11/2017) dini hari sekitar pukul 02.00 Wib, banjir melanda 8 desa di Kecamatan Suro Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh. Banjir terjadi setelah kawasan itu diguyur hujan deras dalam beberapa hari terakhir. Ketinggian air akibat banjir bandang itu mencapai dua meter, tepatnya di Desa Bulusema, Kecamatan Suro, Aceh Singkil. Jalan nasional penghubung Aceh Singkil dan Subulussalam tidak bisa dilalui kendaraan. 

 

"Ke delapan desa yang terkena banjir itu, antara lain Desa Ujung Limus, Silatong, Tanjung Mas, Cububukan, Serasah, Lae Riman, Lipat Kajang, dan Kain Golong. Sebanyak 1.738 jiwa terdampak banjir bandang. BPBD Aceh Singkil bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, Tagana, PMI dan relawan melakukan evakuasi warga. Dapur umum telah didirikan," sambung Sutopo.

 

Dia menuturkan, terputusnya akses jalan menyebabkan antrean kendaraan dari arah Singkil-Subulussalam dan sebaliknya mengular. Polisi dan TNI berjaga-jaga di lokasi banjir. "Selain itu, Banjir juga melanda tiga kecamatan di Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat yaitu Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, dab Bojongsoang pada Selasa (7/11/2017) pukul 19.00 Wib. Hujan lebat menyebabkan Sungai Cisangkuy, Sungai Cikapundung dan Sungai Citarum meluap sehingga menggenangi 1.058 rumah dengan tinggi banjir 10-150 centimeter.  Tidak ada korban jiwa. Masyarakat sudah terbiasa mengalami banjir. Setiap tahun daerah ini terlanda banjir sejak lama," paparnya.

 

Di Kota Medan, lanjutnya, banjir telah melanda permukiman di Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor dan Kelurahan Sukaraja, Aur, Sei Mati Kecamatan Medan Maimun pada Selasa (07/11/2017) pukul 03.00 Wib. "Sebanyak 775 rumah dengan 1.240 KK atau 4.983 jiwa terendam banjir setinggi 100-150 centimeter. Banjir disebabkan hujan dengan intensitas tinggi dan meluapnya Sungai Deli. Saat ini banjir sudah berangsur surut," ujarnya.

 

Sementara itu di saat yang bersamaan, banjir juga melanda di 9 desa di Kecamatan Halong dan Kecamatan Juai Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan pada 7/11/2017 pukul 05.00 WITA. Banjir merendam 427 unit rumah panggung dengan tinggi banjir 50-150 centimeter. Sebanyak 1.242 jiwa terdampak banjir. Tidak ada korban jiwa.

 

"Di Kabupaten Asahan, banjir masih menggenangi 1.108 rumah di Kecamatan Teluk Dalam dan Kecamatan Simpang Empat. Banjir melanda sejak (04/11/2017) hingga sekarang. Bupati Asahan belum menetapkan tanggap darurat bencana banjir hingga saat ini. Saat ini juga masih berlangsung banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara. Hujan lebat menyebabkan sungai meluap dan tanggul jebol sehingga banjir melanda di Kecamatan Angkola Sangkunur dan Kecamatan Batangtoru," lapor Sutopo.

 

BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI, Tagana, relawan, dan masyarakat melakukan penanganan darurat. Kepala BNPB telah mengirimkan surat edaran kepada seluruh BPBD agar melakukan upaya antisipasi menghadapi banjir dan longsor. Koordinasi antar berbagai pihak dilakukan untuk antisipaso bencana. Logistik dan peralatan didekatkan pada titik-titik bencana. "Puncak banjir dan longsor diprediksi terjadi pada Januari mendatang. Ancaman banjir dan longsor akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya curah hujan. Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada," pungkasnya. (Rel)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Gubernur Bobby Pastikan Penanganan Banjir di Jalan Letda Sujono Dimulai 2027

Peristiwa

Arman Chandra Menerima IKAL Aceh untuk Memperkokoh Ketahanan Nasional

Peristiwa

Kadin Sumut Jalin Kerja Sama dengan Kamar Dagang Belarus, Bidik Pasar Eropa Timur

Peristiwa

PSMS vs PSPS Berakhir Imbang, Suporter Meraung di Stadion Utama Sumut

Peristiwa

Yayasan IKAL Peduli Nusantara Salurkan Bantuan Banjir di Pangkalan Susu dan Tanjung Pura

Peristiwa

Badan Legislasi DPR RI Kunjungi Kadin Sumatera Utara Bahas Penyusunan RUU Kadin