Beritasumut.com-Ratusan buruh yang tergabung didalam Badan Pengurus Pekerja Buruh Bersatu Deli Serdang (BP PBB-DS) melakukan demo di Kantor Bupati Deli Serdang, Lubuk Pakam pada Selasa (7/11/2017). Sebelum melaksanakan demo, para buruh ini terlebih dulu melakukan sweeping ke perusahaan atau pabrik yang berada di Tanjung Morawa atau sekitarnya. Setelah melakukan sweping, ratusan buruh ini pun berkumpul di Lapangan Garuda Tanjung Morawa untuk selanjutnya bergerak menuju Kantor Bupati Deli Serdang. Saat tiba di depan Lapangan KB, Lubuk Pakam ratusan buruh ini pun melakukan Long March hingga ke Kantor Bupati Deli Serdang. Sesampainya di depan Kantor Bupati Deli Serdang, ratusan buruh ini harus kecewa karena pintu gerbang menuju Kantor Bupati ditutup dan dijaga ketat ratusan personil kepolisian dan Sat Pol PP Deli Serdang. Ratusan buruh ini pun meminta agar pintu gerbang dibuka dan mereka diizinkan masuk ke dalam. "Buka gerbangnya, kami jamin tidak akan rusuh. Kami datang dengan damai," teriak buruh. Namun permintaan buruh ini tidak diindahkan petugas keamanan. Akhirnya ratusan buruh ini pun melakukan orasi dan menyampaikan tuntutan mereka dari luar gerbang Kantor Bupati Deli Serdang. "Negeri ini kaya tapi hanya mampu memberi upah murah kepada buruhnya. Negeri ini maju karena buruh, tidak pantas buruh dikasih upah murah. Kami minta upah layak untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujar buruh. Dalam aksinya buruh menuntut agar UMK Deli Serdang Tahun 2018 dinaikkan menjadi Rp 3,1 juta dari Rp 2.491.618 UMK Deli Serdang Tahun 2017. "Cabut PP Nomor 78 Tahun 2015 yang tidak berpihak kepada buruh," tegas buruh serentak. Ratusan buruh ini juga menuntut agar outsourching dan buruh kontrak dihapuskan, evaluasi keanggotaan Dewan Pengupahan Kabupaten Deli Serdang serta evaluasi Plt Kadisnaker Kabupaten Deli Serdang. Selain itu, mereka juga melakukan aksi di Kantor DPRD Deli Serdang. Usai beraksi di Kantor DPRD Deli Serdang, ratusan buruh ini akhirnya membubarkan diri. (BS05)