Pasca Operasi Pemisahan, RSUP H Adam Malik Belum Pastikan Jadwal Kepulangan Sahira-Fahira

- Jumat, 27 Oktober 2017 22:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102017/5026_Pasca-Operasi-Pemisahan--RSUP-H-Adam-Malik-Belum-Pastikan-Jadwal-Kepulangan-Sahira-Fahira.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan masih belum bisa memastikan kapan waktu kepulangan dari bayi kembar siam Sahira-Fahira asal Asahan pasca dilangsungkannya operasi pemisahan, Senin (16/10/2017) lalu.

 

"Kondisi Sahira-Fahira saat ini cukup menggembirakan. Tetapi, meski sudah sehat dan stabil, belum bisa dipastikan jadwal kepulangannya. Sebab keduanya masih memerlukan perawatan dan pemulihan bekas luka operasi," ungkap Ketua Tim Dokter, Prof Guslihan Dasa Tjipta SpA (K) kepada wartawan, Jumat (27/10/2017).

 

Guslihan menjelaskan, hampir dua minggu pasca operasi, kondisi Sahira kini juga sudah tidak menggunakan alat bantu medis apapun seperti halnya Fahira. Selanjutnya, apabila dipulangkan nanti, Sahira-Fahira akan melewati kamar Pediatric Intensive Care Unit (PICU). "Kalau perawatan semuanya sudah selesai kita akan pulangkan. Namun, bayi masih bisa berobat dan manajemen RS bisa memfasilitasi," terangnya.

 

Tim dokter lainnya, dr Utama Abdi Tarigan SpBP (K) menyampaikan, dari sisi lukanya, kondisi kedua bayi juga sangat menggembirakan. Untuk Fahira, lukanya sudah mengering secara keseluruhan dan jahitannya sudah dilepaskan."Sahira masih pemulihan dan sangat sempurna penyembuhannya, terutama gizi dan infeksinya diperhatikan," sebutnya.

 

Begitupun, sekretaris tim dokter, dr Rizky Ardiansyah SpA (K) menambahkan, selama operasi tidak ditemukan kendala berarti dan masih bisa ditangani. Jantung bocor Sahira juga sudah ditutup, namun masih memerlukan obat gagal jantung untuk menopangnya."Total ada 56 dokter yang menangani Sahira dan Fahira. Ini kebanggaan kita berhasil memisahkan bayi kembar siam," tegasnya.

 

Dokter ahli anak di PICU, dr Yunnie Trisnawati SpA menyebutkan, perkembangan kedua bayi sudah jauh lebih baik dan masih dalam pemberian nutrisi untuk perawatan luka."Kondisi Sahira saat ini jantungnya stabil dengan topangan obat anti gagal jantung. Kita menjaga supaya kondisinya terutama jantung dan infeksi paru bisa teratasi," jelasnya.

 

Sementara itu, Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUPHAM, dr Mardianto SpPD mengapresiasi kerja tim dokter yang sukses mengoperasi bayi kembar siam Sahira-Fahira. Selain itu, ia juga mengaku tidak pernah memperhitungkan biaya untuk perawatan kedua bayi, kendati beberapa obat untuk Sahira harus dibeli dari Singapura. 

 

"Kita anggap bayi ini anaknya RS Adam Malik dan sebagai investasi pengetahuan. Kita harap keduanya terus sehat dan menjadi kebanggaan Sumatera Utara," pungkasnya.(BS07)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Pemisahan Bayi Kembar Siam Brian dan Drian Berhasil Dilakukan

Peristiwa

Prajurit TNI Selamatkan Bayi Yang Dibuang Orang Tuanya

Peristiwa

Polrestabes Medan Ungkap Kasus Jual Beli Bayi, Empat Wanita Ditangkap

Peristiwa

Banyak Anak Baru Lahir Terkendala NIK, BPJS Imbau Urus Administrasi Kependudukan

Peristiwa

Polsek Medan Barat Tangkap Ibu Pembuang Bayi di Jalan Persatuan

Peristiwa

RSUP HAM Gagas Inovasi Kesehatan untuk Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi