KNPI Sumut: Mari Bangun Kota Medan

- Kamis, 19 Oktober 2017 04:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102017/1584_-KNPI-Sumut--Mari-Bangun-Kota-Medan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Pasca Kota Medan menerima award menjadi kota terbaik dari Indonesia Attractiveness Award (IAA) 2017, sejumlah kalangan di ibukota Sumatera Utara gerah dan menyebutnya belum pantas. Hal itu karena ada sejuta lobang di jalanan Kota Medan.Di tengah sejumlah pihak mencibir Kota Medan karena tak pantas ibukota Sumut memperoleh award kota terbaik, di situlah Presiden RI Joko Widodo meluapkan hasil perjalanannya saat kunjungan kerja di Kota Medan. 

 

Menyikapi sindiran Jokowi terhadap Kota Medan, Ketua KNPI Sumut Sugiat Santoso mengatakan, Kota Medan merupakan satu-satunya kota di Pulau Sumatera, yang komitmen mendukung program Jokowi untuk perbaiki infrastruktur. Buktinya, ada sekitar Rp1 triliun anggaran dari APBD Kota Medan untuk memperbaiki drainase, jalan, jalan setapak dan infrastruktur lainnya.

 

"Dengan dana Rp1 Triliun ini, saya yakin hampir diseluruh jalan ada pengerjaan perbaikan, baik itu drainase, pembetonan atau pengaspalan jalan serta trotoar," katanya, Rabu (17/10/2017). 

 

Dengan adanya perbaikan jalan tersebut, paparnya tentu ada kendala di jalanan yang terkadang membuat bosan karena macet. Hal inilah yang terus menerus berakibat maraknya keluhan muncul. "Saya mau mencontohkan bila ada perbaikan di rumah kita sendiri mau itu menambal lantai atau memperbaiki atap bocor, apakah aktivitas kita di rumah baik-baik saja. Pasti tidak kan, jadi kalau skala lebih besar untuk pembangunannya Medan Rumah Kita, apakah kita lantas komplain sana-komplain sini? marilah kita sama-sama menjaga Pemko Medan yang sedang serius membangun Medan Rumah Kita," paparnya.

 

Lebih lanjut, Sugiat menambahkan, warga Kota Medan dan para pengamat di seluruh media massa, baiknya kita sama-sama mencari akar persoalan infrastruktur makin parah tiga tahun terakhir ini. Mari kita lihat bersama proyek hutang Pemerintah Pusat dari Asia Development Bank (ADB) di bawah Kemen Pu dan Pera, program yang dinamai Metropolitan Managemen Sanitasi and Health Project (MMSHP) atau pipa jaringan limbah untuk kota Metropolitan dan sebagian besar dikerjakan di jalan milik Kota Medan. 

 

"Hasilnya bisa kita nikmati bersama periode 2015-2017, proyek itu tersisa lobang di sejumlah ruas kota Medan. Apalagi, saat 36 surat protes yang dilayangkan Pemko Medan ke Kemen Pu dan Pera tak digubris. Alih-alih, Pemko Medan harus kucurkan dana dari hasil pajak rakyat Medan yakni memakai dana APBD untuk menutup lobang akibat pengerjaan hutang Kemen PU dan Pera. Marilah melihat utuh persoalan kota tempat kita tinggal," katanya.

 

Sugiat juga menyampaikan, Surabaya, Bandung dan Jakarta, dibangun tidak hanya memakai dana APBD nya sendiri, melainkan ada campur tangan APBN karena di masing-masing daerahnya ada jalan nasional. Mari dilihat kota kita, di Medan ada sepanjang 167,98 Km jalan nasional, kemudian ada sepanjang 246 km jalan propinsi dan ada sepanjang 3.191,5 km jalan milik Pemko Medan. "Jadi dana Rp1 Triliun hanya untuk jalan milik Kota Medan, sekalian menutup jalan yang berlubang karena galian dari proyek Kemen Pu dan Pera," ujarnya.

 

Begitupun, dia mengapresiasi sejumlah pembangunan jalan nasional di Medan seperti Jalan Yos Sudarso, Jalan Sisingamangaraja, Under Pass Titi Kuning dan sejumlah normalisasi sungai. "Bila seterusnya dana APBN dikucurkan ke Kota Medan, maka kota ini pasti lebih baik lagi," ucapnya. 

 

Untuk itu, sebagai bagian pemuda di Sumut dan tinggal di Kota Medan, Sugiat mengajak ke seluruh wakil rakyat asal Kota Medan di DPR RI, tirulah daerah seperti Bandung, Surabaya, dan Padang, ke semuanya berebut anggaran untuk pembangunan kotanya. Anehnya, sampai saat ini anggaran yang pernah dijanjikan untuk pembangunan tanggul rob di Medan bagian Utara belum juga didapat. "Mari kita sama-sama berbuat untuk Medan tempat tinggal kita, bukan menjadikan kota ini terbalik karena kita,"ajaknya. 

 

Sementara itu, Wakil Ketua KNPI Sumut Pangeran mengatakan, wakil rakyat dari Medan yang ada duduk DPRD Sumut dan DPR RI harus benar-benar menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat khususnya untuk kepentingan warga Kota Medan. 

 

"Pemko Medan sudah semampunya membangun, harusnya Anggota DPR RI memperjuangkan pembangunan Medan terkait jalan nasional, sungai dan tanggul rob. Begitu juga anggota DPRD Sumut, bila ini sinergi dengan baik, maka Medan Rumah Kita akan teduh, nyaman dan masyarakatnya sejahtera. Ayo kita mulai dari sekarang awasi kerja Pemerintah, dan wakil rakyat kita. Jangan sampai mereka hanya tugasnya untuk partai semata," pungkasnya. (Rel)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

KADIN Medan Hadiri Musrenbang RKPD 2027, Dukung 5 Pilar Iklim Investasi Pemko Medan

Peristiwa

Walikota Medan Ingatkan Dinas PKPCKTR Soal Perencanaan dan Perawatan Aset

Peristiwa

Walikota Medan Minta Dinas SDABMBK Petakan Jalan Rusak dan Drainase Yang Perlu Diremajakan

Peristiwa

Apel Perdana Pasca Libur Idulfitri, Rico Waas Minta Jajaran Pemko Medan Langsung Bekerja Layani Masyarakat

Peristiwa

Mudik Gratis Bareng Pemko Medan, Walikota Lepas 1.969 Pemudik ke 12 Kota Tujuan

Peristiwa

Walikota Medan Respons Keluhan Jalan Rusak di Marelan, Segera Diperbaiki