Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam di RSUP H Adam Malik Libatkan 50 Dokter Ahli

- Senin, 16 Oktober 2017 22:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102017/2620_Operasi-Pemisahan-Bayi-Kembar-Siam-di-RSUP-H-Adam-Malik-Libatkan-50-Dokter-Ahli.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Sekitar 50 lebih dokter ahli dilibatkan dalam operasi pemisahan terhadap bayi kembar siam dempet dada dan perut asal Kisaran, Fahira-Sahira di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik (RSUPHAM), Senin (16/10/2017). 

 

Sekretaris tim penanganan bayi kembar siam RSUPHAM dr Rizky Ardiansyah SpA (K) mengatakan, operasi pemisahan tersebut dilakukan sejak pukul 08.30 WIB dimulai dari pembiusan. Hingga sore, operasi pemisahan itu masih tetap dilakukan."Kita sudah melakukan tindakan sejak 08.30 WIB mulai pembiusan, kemudian operasi pemisahan, dari hati, tulang dada dan organ-organ lainnya di dalam," ungkapnya kepada wartawan.

 

Saat ini, jelas Rizky, 50 dokter ahli masih bekerja melakukan operasi pemisahan kepada kedua bayi kembar siam tersebut. Adapun dokter yang terlibat antara lain, dokter bedah plastik, dokter bedah anak, dokter bedah saluran cerna, dan dokter bedah jantung dengan masing-masing dokter bedah terdiri dari 3-4 orang."Selain dokter bedah, operasi juga melibatkan dokter anastesi jantung dan anastesi anak," jelasnya. 

 

Rizky juga menerangkan, operasi pemisahan ini dilakukan dengan plan C, yakni tanpa menggunakan tissue expander mengingat kondisi salah seorang bayi mengalami gagal jantung yakni bayi Sahira."Operasi ini tanpa menunggu tissue expander. Karena kalau menggunakan itu kita harus menunggu dua sampai tiga bulan lagi. Sementara kita tidak bisa memprediksi kondisi Sahira, karena alami dia mengalami kondisi yang kita sebut gagal jantung," terangnya.

 

Rizky mengaku, hingga saat ini, pihaknya belum ada mengalami kendala berarti dari operasi yang dilakukan tim dokter. Saat operasi dimulai, kedua bayi dalam kondisi stabil dengan berat badan total 9,4 kg, yakni bayi Fahira 5,5 kg sedangkan Sahira 3,9 kg. "Sejauh ini belum ada kendala. Mudah-mudahan segera terpisah. Saya sebenarnya belum bisa memberikan keterangan secara detail, karena operasi masih berlangsung. Informasi akuratnya besok," ujarnya.

 

Setelah operasi selesai tambah Rizky akan ada dilakukan tahap pemulihan. Yakni berupa penanganan pasca operasi yang tidak kalah pentingnya dari operasi itu sendiri."Penanganan pasca operasi juga tidak kalah penting," pungkasnya. (BS07)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Pemisahan Bayi Kembar Siam Brian dan Drian Berhasil Dilakukan

Peristiwa

Bayi Kembar Siam Hasan-Husin Meninggal Dunia

Peristiwa

Bayi Kembar Siam di RSUPHAM, Orangtua Masih Kesulitan Cari Pendonor ASI

Peristiwa

Bayi Kembar Siam Butuh Donor ASI

Peristiwa

Bayi Kembar Siam Lahir di Rumah Sakit Adam Malik Medan

Peristiwa

Bayi Kembar Siam Ratih dan Ririn Kemungkinan Tidak Dipisah