Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam Sahira dan Fahira di RSUP H Adam Malik Diundur

- Kamis, 12 Oktober 2017 02:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102017/6621_Operasi-Pemisahan-Bayi-Kembar-Siam-Sahira-dan-Fahira-di-RSUP-H-Adam-Malik-Diundur.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Setelah sebelumnya dijadwalkan pada Sabtu (14/10/2017), operasi pemisahan bayi kembar siam dempet dada dan perut, bernama Sahira dan Fahira asal Kisaran di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik diundur menjadi Senin (16/10/2017) mendatang. 

 

Sekretaris Tim Dokter Penanganan Bayi Kembar Siam RSUPHAM, dr Rizky Ardiansyah SpA (K) mengatakan, alasan dilakukannya pengunduran itu, dikarenakan pihaknya saat ini masih memiliki berbagai pertimbangan baik medis dan non medis. Sebab, Rizky mengaku tim medis ingin kesiapannya tersebut maksimal, sebelum operasi itu dilaksanakan.

 

"Kita ingin semua tim betul-betul siap. Karena dokter yang bekerja cukup banyak. Ada sekitar 20-an dokter, diantaranya, dokter bedah plastik, bedah anak, jantung, hingga saluran cerna," ungkapnya kepada wartawan, Rabu (11/10/2017).

 

Rizky menjelaskan, sebelum melakukan operasi pemisahan, tim medis terlebih dahulu harus menyamakan persepsi, termasuk bagaimana kemungkinan adanya kelainan pasca operasinya nanti dilangsungkan. Selain itu, kata dia, juga menyangkut kesiapan dari sarana pendukung, seperti PICU serta alat-alat medis lainnya."Kita ingin yang betul-betul terbaik. Makanya harus secara total," jelasnya.

 

Rizky menerangkan, operasi yang dilakukan nanti, tanpa menggunakan tissue expander atau memasukkan jaringan di bawah kulit milik kedua bayi yang dijadikan sebagai kulit cadangan perut setelah operasi. Jadi, tim dokter akan memanfaatkan dan memaksimalkan kulit yang ada."Untuk menutupi lubang di perut dan dada kedua bayi pasca operasi nanti, kita akan memaksimalkan kulit yang ada. Karena butuh waktu dua hingga tiga bulan lagi kalau menunggu tissue expander dan memperberat gagal jantung Sahira," terangnya.

 

Saat ini, sambung dia, kondisi Sahira dan Fahira stabil. Artinya, infeksi yang dialami Sahira sudah bisa teratasi. Namun, bayi itu masih menggunakan alat bantu oksigen yang diterapi lewat hidung.

 

Menurutnya, tidak ada kendala penanganan keduanya hingga saat ini. Tetapi, diperkirakan setelah operasi, untuk bayi sahira kemungkinan penangannya akan lebih rumit karena ia mengalami bocor jantung dan rentan infeksi paru."Kami mohon doa dari masyarakat agar operasi pemisahan ini berhasil dan kedua bayi selamat," ucapnya.

 

Rizky berharap operasi pemisahan kedua bayi ini bisa berjalan lancar. Tim dokter mengupayakan tidak terjadi kendala bermakna saat operasi pemisahan berlangsung dan kedua bayi bisa diselamatkan."Mudah-mudahan operasi pemisahannya tidak akan diundur lagi," pungkasnya. (BS07)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Pemisahan Bayi Kembar Siam Brian dan Drian Berhasil Dilakukan

Peristiwa

Bayi Kembar Siam Hasan-Husin Meninggal Dunia

Peristiwa

Bayi Kembar Siam di RSUPHAM, Orangtua Masih Kesulitan Cari Pendonor ASI

Peristiwa

Bayi Kembar Siam Butuh Donor ASI

Peristiwa

Bayi Kembar Siam Lahir di Rumah Sakit Adam Malik Medan

Peristiwa

Bayi Kembar Siam Ratih dan Ririn Kemungkinan Tidak Dipisah