Beritasumut.com-Malang nian nasib Pirman (26) warga Desa Partimahan Saroha, Kecamatan Padang Sidempuan ini. Pirman yang baru bercerai dari istri dan terpisah dengan dua anaknya karena masalah ekonomi ini tersasar ke Desa Perpaden, Kecamatan Kutalimbaru. Melihat gelagat Pirman yang seperti orang depresi, membuat warga menuduhnya sebagai teroris. Kades Perpaden, Kecamatan Kutalimbaru, Setia Budi Sinulingga kemudian melaporkan Pirman ke Kapolsek Kutalimbaru."Karena dia (Pirman-red) tidak jelas statusnya sehingga warga Desa Perpanden khawatir dan mencurigai orang tersebut teroris," ujarnya saat melapor ke Polsek, Sabtu (07/10/2017) siang. Mendapat perintah dari Kapolsek Kutalimbaru, petugas piket Opsnal Kutalim 73 yang dipimpin Aiptu Maulana Sinaga kemudian menjemput Pirman."Saudara Pirman ini sudah 6 hari tinggal di masjid yang ada di Desa Batang Kuis. Tadi malam (Jumat) nazir masjid memberinya uang agar pulang kampung, namun oleh sopir yang membawanya diturunkan di Simpang Tuntungan, hingga dia berjalan kaki hampir 25 Km menuju Desa Perpanden," ungkap Aiptu Maulana. Lebih jauh Aiptu Maulana menjelaskan, Pirman mengalami depresi karena bercerai dan terpisah dengan dua anaknya.Selanjutnya Pirman diantar personil Polsek Kutalimbaru ke Stasiun Bus Batang Pane dan diberikan ongkos lalu ditipkan kepada sopir bus untuk diantar pulang ke kampung halamannya di Tapsel.(BS04)