Beritasumut.com-Elida Hanim dan Warno, pasangan suami istri yang merupakan orangtua kandung Ari, satu dari dua pelaku begal yang menewaskan sopir transportasi berbasis online David Julher Simanjuntak menangis sesenggukan di RS Bhayangkara, Medan. Wanita berkerudung putih ini berlinang air mata dan berkali-kali menanyakan keberadaan anaknya yang baru saja menamatkan sekolahnya di bangku SMA tersebut. Ia tak menyangka, anaknya terlibat aksi perampokan yang menewaskan David Julher Simanjuntak."Anakku itu gak ada salah. Dia gak mungkin ikut-ikutan membunuh. Anakakku, kasihan kalilah kau," ucap Elida dengan bibir begetar sambil memegangi spion mobil yang terpakir di seputar RS Bhayangkara. Sebelum dikabarkan melakukan perampokan disertai pembunuhan dan diburon polisi, Elida mengungkapkan, Ari dijemput temannya yang bernama Rizki keluar rumah sekitar jam 23.00 wib. Saat itu Warno kukuh melarang anaknya untuk keluar lagi, mengingat waktu sudah larut malam."Ayahnya udah larang keluar, tapi dia tetap keluar. Dia dijemput kawannya malam itu. Biasanya dia main warnet yang kutahu," ujar warga Pasar VII Tembung ini. Melihat kerumunan wartawan di sekeliling keluarga Ari, Kapolrestabes Medan, Kombes Sandi Nugroho didampingi Wakapolrestabes, AKBP Tatan Dirsan pun mendekat.Dari penjelasan Sandi, Ari terlibat bekerja sama dengan Rizky saat melakukan melakukan pencurian disertai kekerasan terhadap David Julher Simanjuntak dengan barang bukti sebilah pisau. "Anak ibu ini, bagian dari tersangka lain. Yang bersangkutan memang terlibat dalam aksi (perampokan) kemarin. Kami temukan barang bukti kendaraan dan harta benda milik korban serta pisau," tuturnya. Mendengar penjelasan Kapolrestabes, Elida kemudian melontarkan permintaan agar polisi segera memberikan jasad anaknya untuk segera dimakamkan."Saya minta tolong sama bapak lah. Bantulah kami pak. Saya mohon agar jenazah anak saya segera bisa dibawa pulang pak. Kan sudah berhari di rumah sakit," pintanya. Kapolrestabes kemudian berjanji akan secepatnya mengembalikan pelaku kepada keluarga.Saat beraksi, lanjut Sandi,Ari dan Rizky sempat mencatut nama Detasemen Gegana Brimob Polda Sumut dengan nama Bripka J Manullang. Bermodal akun tersebut, kepolisian berhasil mengungkap identitas dan melacak keberadaan pelaku. "Dari akun itu kan ada tertinggal nomor handphone. Kemudian, kami melakukan tracking (pelacakan) terhadap nomor yang ada di akun tersebut. Kami berhasil menemukan keberadaan pelaku," kata Sandi. Saat dilakukan pelacakan, nomor handphone yang digunakan pelaku berpindah-pindah tempat sejak perampokan. Terakhir, polisi. mendeteksi keberadaan pelaku melintas di Jalan Ismailiyah menuju Jalan Pandu. "Nomor handphonennya kadang aktif dan nonaktif. Dini hari itu, kembali aktif dan kami melakukan pengejaran. Setelah kami tahu posisi-nya, kami langsung melakukan penindakan. Ketika hendak diamankan, kedua tersangka ini melakukan perlawanan sehingga dilakukan tindakan tegas," pungkas Sandi.(BS04)