Beritasumut.com-Rela Sembiring alias Rela (49), warga Kecamatan Tanjung Morawa (Tamora), Kabupaten Deli Serdang, mendatangi Mapolsekta Patumbak guna membuat laporan pengaduan. Kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Patumbak, Rela mengaku dirinya dibegal oleh beberapa Orang Tidak Kenal (OTK), ketika melintas di Jalan SM Raja, tepatnya di Fly Over Amplas Medan, Rabu (20/09/2017) lalu.Akibat kejadian itu, Rela harus merelakan 1 unit kereta merek Honda Vario warna hitam nopol BK 5683 MAT miliknya dibawa kabur para pelaku. Peristiwa bermula saat dirinya berangkat dari rumah menuju Medan, hendak ke rumah saudaranya untuk kepentingan urusan keluarga. Sesampainya di jembatan layang Simpang Amplas, tiba-tiba muncul 2 unit kereta yang masing-masing berboncengan dan langsung memepetnya dari arah kanan dan kiri, sambil membentak dan mengacung-acungkan parang panjang agar korban menepi dan berhenti. "Mereka mengacungkan parang panjang seperti mau membabat leherku. Jadinya aku takut sekali dan akupun menuruti permintaan merekalah, daripada aku mati ditebasnya," ujar Rela. Setelah Rela menepi di pinggiran jalan Fly Over itu, para OTK yang ada diboncengan itupun langsung turun, sambil menenteng parang panjangnya dan berkata, agar Rela turun dari kendaraannya dan menyerahkan kereta miliknya itu kepada para pelaku. Karena suasana masih sepi dan korban takut lehernya ditebas, Rela pun menyerahkan Vario hitamnya itu kepada para begal. Selanjut para perampok jalanan itupun pergi dengan meninggalkan Rela seorang diri di atas Fly Over Simpang Amplas, Medan. Dalam keadaan lemas dan ketakutan, korban pun berjalan kaki menyusuri Jalan Fly Over guna mencari angkutan umum untuk kembali ke rumahnya yang ada di Kecamatan Tanjung Morawa. Setelah matahari menampakan diri, korban pun sampai di rumahnya dan menceritakan kejadian pahit yang dialaminya itu kepada keluarganya. Atas petunjuk keluarga, Rela pun melaporkan peristiwa itu ke Polsek Patumbak, dan berharap kepada polisi agar dapat meringkus pelakunya.(BS04)