Isi Waktu Luang, Napi Narkoba di Langkat Membatik

Herman - Senin, 25 September 2017 15:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092017/7766_Isi-Waktu-Luang--Napi-Narkoba-di-Langkat-Membatik-.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/BS08
Beritasumut.com-Guna mengisi waktu luang dan berharap bisa berguna untuk keterampilan. Berbagai kegiatan dilakukan para Narapidana (Napi) wanita narkotika kelas tiga di Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat.

 

Salah satunya adalah kegiatan seni membatik khas Melayu. Di sini para napi, bisa mengikuti keterampilan khusus ini dengan dipandu oleh tenaga ahli. "Kita berharap, dengan adanya pelajaran seni membatik, nantinya bisa berguna bagi para napi bila sudah bebas kelak," harap Kepala Lembaga Permasyarakatan Kelas III Hinai DS Meliala, Senin (25/09/2017).

 

Meski masih belajar, ternyata hasil karya batik khas Melayu, buatan Napi tidak kalah mewah dan dapat bersaing dipasaran. Sebab, selain rapi, para napi terlihat sangat trampil dalam menuangkan seni ke dalam kain yang akan dibatik.

 

"Sejauh ini semua hasil karya seni membatik para napi sangat bagus. Karena kita juga mendatangkan tenaga ahli agar para napi bisa bertukar pikiran dan mengapresiasikan seni ini," jelas dia. 

 

Dari hasil latihan seni ini, ternyata juga dapat menghasilkan uang untuk para napi sendiri. Dimana hasil karya batik ini nantinya dijual dan uangnya akan diberikan kepada para napi yang membuat batik dengan bentuk tabungan.

 

"Sejauh ini kita memasarkan hasil karya para napi hanya untuk para pegawai saja. Selain itu, kita juga memasarkanya dengan menggandeng Dinas Koperasi. Kita harapkan hasil karya ini dapat berkembang dan banyak peminatnya," harap Kalapas.

 

"Pelatihan dilakukan selama tiga kali dala seminggu. Keterampilan yang kita buat untuk para napi sesuai intruksi dari Kemenkumham, agar para napi tidak merasa bosan dan jenuh, serta ilmu yang kita beri bisa berguna bagi mereka kelak," timpal Kalapas. 

 

Sementara salah seorang napi Oca Andri mengaku, sangat senang mengikuti program belajar membatik ini. Sebab, selain berguna bagi mereka kelak. Dengan mengikuti proses belajar ini dapat menghasilkan uang tambahan. 

 

"Semoga saya khusunya dan rekan-rekan lain tidak lagi terjerumus didalam lembah hitam. Makanya saya sangat senang mengikuti program yang dapat memberikan keterampilan dan menghasilkan uang tabungan," ujarnya.(BS08)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Berkolaborasi Wujudkan Warga Binaan, Kepala Rutan Kelas I Medan Bersama Rombongan Berkunjung ke Mapolrestabes Medan

Peristiwa

Menteri Imipas: Koruptor dan Bandar Narkoba Tak Mungkin Diberi Amnesti

Peristiwa

Menkum Tegaskan Napi Pengedar Narkoba-Koruptor Tak Akan Diberi Amnesti

Peristiwa

Menteri Hukum Janji Buka Nama 44 Ribu Napi yang Dapat Amnesti

Peristiwa

Napi Kendalikan Jaringan Narkoba dari Lapas Tanjung Gusta

Peristiwa

Tahanan Polsek Medan Timur Dapat Siraman Rohani