Kepala BNPB Tinjau Pos Pantau Gunung Agung

Herman - Rabu, 20 September 2017 15:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092017/8131_Kepala--BNPB-Tinjau-Pos-Pantau-Gunung-Agung.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Meningkatnya status Gunung Agung ke level III (siaga), Kepala BNPB Willem Rampangilei meninjau langsung pos pantau Gunung Agung, di Bali, Rabu (20/09/2017).

 

Willem mengatakan, BNPB akan terus memberikan pendampingan kepada BPBD dalam mengambil langkah-langkah antisipasi menghadapi kemungkinan erupsi Gunung Agung. Potensi nasional akan dikoordinir oleh BNPB untuk membantu pemerintah daerah. "Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB terus mendampingi BPBD dalam menyusun rencana kontinjensi menghadapi erupsi Gunung Agung. Jika suatu saat benar-benar meletus maka rencana kontinjensi tersebut dijadikan rencana operasi," ujarnya.

 

Willem menambahkan, tujuan kedatangannya adalah untuk mengecek situasi di lapangan apakah early warning system bekerja sesuai SOP dan jika terjadi letusan perencanaan evakuasi seperti apa dan dimana lokasi evakuasi. Kemudian memperkuat komunikasi antar instansi sehingga masyarakat dapat informasi dengan cepat. Letak Pos Pengamatan Gunung Agung sekitar 15 km dari kawah sehingga aman. Berada di luar kawasan rawan bencana. 

 

"Namun demikian jika sewaktu-waktu ada ancaman harus disiapkan skenario kemana. Saat erupsi Gunung Merapi di Yogyakarta dan Jawa Tengah tahun 2010, terdapat pos pengamatan Gunung Merapi terpaksa harus dikosongkan karena berbahaya sehingga pengamatan tetap berjalan," lanjutnya.

 

Kepala BNPB  mendapat penjelasan mengenai aktibitas terakhir Gunung Agung. Berdasarkan laporan Pos Pantau Gunung Agung (PGA) tercatat pada 19/9 terjadi 427 gempa dan hari ini jam 00.00-06.00 Wib terjadi 94 gempa.

 

"Walaupun kegempaan tidak setajam 2 hari lalu, sempat terjadi sebanyak 480 detik tremor. Dengan gempa dangkal 2 km dan kedalaman magma 5 km, masyarakat harus tetap waspada," ujar petugas pos pantau Gunung Agung.

 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas

Sutopo BNPB Purwo Nugroho, menambahkan, hingga saat ini pemerintah dan pemda terus melakukan upaya mengantisipasi kemungkinan Gunung Agung meletus. "Berdasarkan peta kawasan rawan bencana III atau daerah yang paling berbahaya, tidak ada permukiman. Namun demikian BPBD masih melakukan pendataan di lapangan. Masyarakat diimbau tetap tenang," sebutnya.(BS02)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Perlu Waspada, Sumut Merupakan Provinsi Kelima Terbanyak Bencana

Peristiwa

Siaga Hadapi Karhutla, Musim Mas Kolaborasi dengan Para Pemangku Kepentingan

Peristiwa

Dukung Percepatan Penanganan Bencana, Pemerintah Indonesia Dorong Bantuan Kemanusiaan Tahap Dua ke Turki

Peristiwa

Dorong Transformasi BNPB, Presiden Jokowi Tekankan Lima Hal

Peristiwa

BNPB dan Utusan Khusus PBB Tinjau Sekolah Aman Bencana SDN 13 Klender Jakarta

Peristiwa

Penanggulangan Erupsi Semeru, Dansatgas Fokus Pembangunan Insfrastruktur dan Pemukiman