Angka Lakalantas di Indonesia Memprihatinkan, Setiap 3 Jam Ada 1 Orang yang Tewas

- Selasa, 19 September 2017 21:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092017/6130_Angka-Lakalantas-di-Indonesia-Memprihatinkan--Setiap-3-Jam-Ada-1-Orang-yang-Tewas-.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Beritasumut.com-Angka kecelakaan lalulintas (lakalantas) di Indonesia, khususnya pengendara sepeda motor berada di angka yang sangat memprihatinkan.Data yang dihimpun dari Korps Lalulintas (Korlantas) Mabes Polri tahun 2016 menyebutkan, sebanyak 105.374 kecelakaan lalu lintas dengan 22.939 berujung kematian atau setiap tiga jam 1 orang meninggal dunia.

 

Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Royke Lumowa melalui Kasubdit Dikmas, Kombes Pol Sudarto pada acara Diseminasi Model Integrasi Pendidikan Lalulintas pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di Hotel Polonia, Medan, Selasa (19/09/2017).

 

"Mereka yang sekolah dan remaja memang bisa berkendara tapi secara mental, psikologis belum cukup dewasa untuk berinteraksi di jalanan. Sehingga menyebabkan banyak kecelakaan," jelasnya kepada wartawan.

 

Sudarto kemudian merincikan korban kecelakaan lalulintas didominasi didominasi usia 15-19 tahun sebanyak 29.654 jiwa. Sementara itu, 36.541 orang atau 44,27 persen, kecelakaan lalulintas tidak memiliki SIM. Terbanyak pelanggar lalulintas adalah anak muda atau pelajar.

 

Untuk itu, Korlantas Polri merasa perlu memasukkan Pendidikan Lalulintas pada kurikulum di tingkat SD, SMP/sederejat dan SMA/sederajat untuk memberikan pengetahuan pentingnya taat berlalulintas."Melalui kurikulum yang dimasukkan ke dalam mata pelajaran PKN ini, guru-guru bisa membantu pelajar agar sadar berlalulintas. Jadi sejak dini, adik-adik di sekolah mulai diajarkan betapa pentingnya taat berlalulintas," terang mantan Kasat Shabara Polda Sumut tersebut.

 

Ia menjelaskan, tujuan dibentuknya kesepakatan ini agar setiap guru nantinya mampu memberikan pengetahuan Pendidikan Lalulintas pada muridnya di sekolah. Agar kelak dewasa nanti menjadi panutan pelopor keselamatan berlalu lintas bagi generasi berikutnya."Hal ini dapat dilakukan melalui pendidikan secara formal dan non formal. Kegiatan formal meliputi menyediakan bahan ajar keselamatan berlalulintas di setiap tingkat pendidikan formal, melaksanakan MoU," ujar Sudarto.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Medan, Hasan Basri mengatakan mengapresiasi dan mendukung program Korlantas Polri. "Pokoknya saya mengapresiasi dan mendukung apa saja yang menjadi program Korlantas Polri," jelasnya.

 

Untuk Sumut, Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda Sumut menggandeng Dinas Pendidikan Pemko Medan dan Pemprov Sumut menjadikannya sebagai pilot project dengan mengundang guru-guru untuk diberi materi Pendidikan Lalu Lintas yang nantinya akan diterapkan di tiap sekolah. (BS04)

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Angka Lakalantas Turun 68 Persen, Polda Sumut Maksimalkan Pengamanan Arus Balik

Peristiwa

Pemprov Sumut Terus Dukung Program Strategis Polri Ciptakan Keamanan dan Ketertiban

Peristiwa

Safari Ramadan di Medan, Kapolri: Pererat Silaturahmi Demi Keamanan dan Kesejahteraan

Peristiwa

Kapolri Tinjau Renovasi Masjid hingga Bakti Sosial di Polda Sumut

Peristiwa

Sepuluh Pejabat Utama Polda Sumut dan 13 Kapolres Dimutasi

Peristiwa

Rapim Polda Sumut Tahun 2025, Kapolda Instruksikan Tekan Angka Kecelakaan Lalulintas dan Kurangi Kemacetan