Oknum Polisi Polsek Binjai Timur Berinisial M Siksa Karyawan Leasing

- Selasa, 19 September 2017 20:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092017/8479_Oknum-Polisi-Polsek-Binjai-Timur-Berinisial-M-Siksa-Karyawan-Leasing-.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS04
Beritasumut.com-Hendri Antonius Marpaung, warga Jalan Gereja Jaitun, Tanjunggusta, yang menjadi korban dugaan penganiayaan dan penyekapan oleh oknum inisial M, polisi yang bertugas di Polsek Binjai Timur, akhirnya buka suara.Dalam kasus penganiayaan ini, satu dari tiga korban bernama Daniel ditemukan tewas gantung diri di kawasan Langkat, Senin (18/09/2017) kemarin. 

 

Hendri, Hendra Tambunan dan Daniel sebelumnya diculik dan dipukuli M di sebuah rumah kosong lalu ditahan di Polsek Binjai Timur. Hendri yang bekerja di sebuah perusahaan leasing bercerita, dia dan Hendra saling kenal dan meminta untuk mencarikan mobil. Lalu Hendra menghubungi Daniel untuk mencari mobil rental. Akhirnya, Daniel memberikan mobil kepada Hendri untuk disewa.

 

Ternyata, mobil pikap tersebut merupakan mobil yang sedang dicari Hendri. Saat ditanya mengenai surat-surat mobil, Daniel menyebut bahwa kendaraan tersebut merupakan milik M."Mobil yang direntalkan ke saya itu mobil yang saya cari. Platnya diganti dari BA menjadi BK, dari STNK menunjukkan mobil Plat BA. Saat saya tanya ke almarhum (Daniel), katanya aman, mobil ini punya polisi," ungkap Hendri via selular, Selasa (19/09/2017) petang.

 

Selanjutnya, Hendri dijemput Hendra dan Daniel di rumah. Saat di tengah jalan, mereka dihadang M dan seorang warga sipil lalu membawa ke rumah kosong untuk dipukuli. Setelah memukuli ketiganya. M menggiringnya ke Polsek Binjai Timur."Ada 2 orang naik kereta, polisi itu sama warga sipil mengaku marga Aritonang. Kami dibawa ke rumah kosong baru dibawa kami ke Polsek. Dituduhnya kami mencuri mobil. Sudah kami tunjukkan bahwa kami dari leasing, gak percaya mereka," ujarnya.

 

Di Polsek Binjai Timur, sambungnya, M melanjutkan memukuli ketiganya dengan alasan tuduhan mencuri mobil. Setelah berunding, M bersedia melepaskan ketiganya dengan syarat uang tebusan senilai Rp4 juta."Kami bisa dibebaskan dengan catatan menyerahkan uang Rp4 juta. Datanglah keluarga kami ke sana. Tadinya kami pikir, kami bertiga bisa keluar. Ternyata gak bisa, almarhum (Danil) tinggal lah di situ. Jam 3 subuh, pulang lah kami berdua dari polsek," ujar Hendri. 

 

Setelah dibebaskan, ia dikejutkan dengan kabar bahwa Danil telah tewas gantung diri di kawasan Langkat.Hendri bersama pengacaranya bernama Hans telah membuat pengaduan ke Propam Polda Sumut untuk melaporkan tindakan yang dilakukan oknum polisi M atas kejadian ini.

 

Polda Sumut masih mencari tahu kebenaran dugaan penganiayaan hingga tewas yang dilakukan anggota kepolisian yang bertugas di Polsek di Binjai Timur.Dari informasi yang beredar di grup WhatsApp menyebutkan, oknum polisi inisial M diduga melakukan penculikan terhadap Hendri Antonius Manulang, Hendra Tambunan dan Danil.

 

"Nanti saya cek dulu. Kita kan mesti pastikan dulu, namanya dugaan orang bisa saja menduga-duga, tapi kan harus dibuktikan kebenarannya. Kalau seandainya tidak terbukti, gimana coba," ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting yang dikonfirmasi perihal itu.

 

Saat berada di Polsek Binjai Timur, M memastikan akan melepaskan ketiganya dengan syarat memberikan uang senilai Rp4 juta. Namun, hanya Hendri dan Hendra yang dilepas, sedangkan Danil masih ditahan. Keesokan harinya, Danil meregang nyawa dengan cara gantung diri di kawasan Langkat. "Ini saya lagi kroscek ke sana. Nanti akan saya kabari ke kawan-kawan media," ujar Rina.(BS04)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Sepanjang Ramadan, Satreskrim Polrestabes Medan Berantas Begal dan Polisi Gadungan

Peristiwa

Fariz RM Ditangkap di Bandung, Polisi Amankan Barang Bukti Sabu hingga Ganja

Peristiwa

Setahun, Laporan Mantan Tekab Narkoba Polrestabes Medan Tak Diproses

Peristiwa

Israel Kembali Gempur Gaza, 3 Polisi Tewas

Peristiwa

Tim Gabungan Polda Sumut dan Polrestabes Medan Tembak Komplotan Spesialis Bongkar Rumah Mewah

Peristiwa

Soal Klaim Bandar Narkoba Ngaku Setor Rp160 Juta ke Polisi di Labuhanbatu, Ini Penjelasan Polda Sumut