Beritasumut.com-Adanya oknum perawat yang menjadikan Ruang Hemodialisis (HD) atau cuci darah di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM) jadi lapak untuk berjualan buah dan kerupuk mendapat keluhan dari para pasien. Salah seorang keluarga pasien yang namanya tak mau disebutkan mengatakan, selama sebulan belanja untuk membeli dagangan jeruk dan kerupuk yang dijual perawat, ia sampai harus mengocek uang sebesar Rp 544.000."Jadwal cuci darah suami saya seminggu dua kali. Sekali beli, jeruk 2 Kg dan kerupuk jangek 7 bungkus harganya Rp 68.000. Harga jeruk perkilo Rp13.000, harga kerupuk per bungkusnya Rp6.000," sebut wanita berusia 40 tahun ini kepada wartawan, Senin (18/09/2017). Ibu anak tiga ini menceritakan saat perawat ini dinas pagi, cara dia menjualnya langsung meletakkan di atas tempat tidur pasien. Saat tidak dinas pagi, si perawat melancarkan usahanya dengan cara menitipkan dagangan kepada cleaning service untuk dijualkan."Ini ya, sekian uangnya tanpa ada tawar menawar. Mau tak mau harus saya bayar. Kalau saya tolak, takutnya pelayanan kepada suami saya tak ditangani dengan baik," keluhnya. Keluhan juga dari pasien lain, yakni pasien bermarga Simanjuntak. "Kaget saja adanya transaksi jualan seperti ini di rumah sakit pemerintah, apalagi perawat yang berjualan itu sudah ASN," jelasnya. Salah seorang cleaning Service yang namanya tak mau disebutkan mengatakan dagangan kerupuk jangek ini punya perawat rumah sakit yang bertugas di ruang HD. "Satu bungkus kerupuk ini dijual Rp 6.000," sebutnya. Sementara itu, Direktur Utama RSUPHAM dr Bambang Prabowo MKes saat dikonfirmasi bingung atas informasi yang ditanyakan wartawan. "Jualan apa ya? Difoto aja bang," katanya. Selanjutnya, setelah dijelaskan bahwa adanya oknum perawat jualan jeruk dan kerupuk jangek, Bambang menegaskan jika di RSUPHAM tidak diperbolehkan untuk berjualan. "Laporannya sudah saya teruskan kepada direktur yang bersangkutan. Terima kasih informasinya," pungkasnya. (BS07)