Aksi Solidaritas Terhadap Muslim Rohingya

GPA, HIMMAH, IPA Deliserdang dan MTs Umar Bin Khatab Lakukan Penggalangan Dana

Herman - Minggu, 17 September 2017 21:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092017/9302_GPA--HIMMAH--IPA-Deliserdang-dan-MTs-Umar-Bin-Khatab-Lakukan-Penggalangan-Dana.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ilustrasi
Beritasumut.com-Aksi kekerasan berujung pembantaian (genosida) etnis Muslim di Rakhine State atau negara bagian Rakhine di Myanmar, sampai sekarang masih terus menuai reaksi keras berbagai elemen masyarakat di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia.

 

Di Deliserdang, puluhan massa dari berbagai elemen masyarakat, seperti Gerakan Pemuda Alwashliyah (GPA) Deliserdang, Himpunan Mahasiswa Alwashliyah(HIMMAH) Deliserdang, Ikatan Pelajar Alwashliyah (IPA) Deliserdang dan pihak yayasan dan siswa MTs Umar Bin Khattab, Desa Bakaranbatu, Kecamatan Batangkuis, Deliserdang, menggelar gerakan solidaritas mengecam aksi tersebut.

 

Tidak hanya turun ke jalan dengan berorasi, massa aksi juga melakukan penggalangan dana selama 2 hari, Jumat (15/09/2017) dan Minggu (17/09/2017), di Simpang Timbangan Lubukpakam. "Kami mengutuk keras kebiadaban yang terjadi kepada Muslim Rohingya. Kita minta agar aksi biadab itu segera dihentikan. Dan dunia jangan cuma hanya diam," ungkap koordinator aksi yang juga Ketua HIMMAH Deliserdang, Maulana Manihuruk di sela-sela aksi.

 

Hal senada juga disampaikan Bendahara GPA Deliserdang, Abdul Ghafur Sina. "Kami mengutuk keras dan menjadikan tragedi Rohingya sebagai pembelajaran buat muslim di Indonesia untuk Menjaga persatuan dan menjaga toleransi antar umat beragama. Sebagai agama mayorias, Muslim Indonesia harus bisa menjadi contoh bagaimana bertoleransi yang sesungguhnya bagi bangsa lain," tandas Abdul Ghafur yang juga Wakil Ketua DPC PPP Deliserdang ini.

 

Hamdi, Ketua IPA Deliserdang menimpali, siapapun pelaku kekerasan berujung pembantaian massal terhadap Muslim Rohingya harus diseret ke meja hidup pengadilan internasional. "Ini kekerasan kemanusiaan dan siapapun pelakunya harus diadili di persidangan internasional. Tidak ada satu agama pun di dunia ini yang membenarkan adanya pembantaian. Kita mengutuk keras aksi biadab atas Muslim Rohingya tersebut," pungkasnya.

 

Di sisi lain, dari penggalangan dana yang mereka lakukan, terkumpul sebanyak Rp3 juta. Dan semuanya itu akan diserahkan sebagai donasi kepada Muslim Rohingya. "Bantuan yang kita peroleh ini akan kita serahkan ke Pengurus Wilayah (PW) GPA Sumut dan selanjutnya akan disalurkan ke para pengungsi Rohingya," sebut ketiganya.(BS07)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Perjuangan Pengacara Kondang Berbuah Hasil, Pemko Medan Rubuhkan Tembok PT SBP

Peristiwa

Panglima TNI Hadiri Upacara Prasetya Perwira TNI dan Polri Tahun 2026 di Istana Negara

Peristiwa

Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Masih Dibuka hingga 28 Juli 2026

Peristiwa

Wamenkes dan Wamendagri Kunjungi Layanan Tuberkulosis di RS Adam Malik

Peristiwa

Bawa Ekosistem Smart Home ke Medan, LG Rilis Deretan Perangkat Elektronik Berbasis AI

Peristiwa

Heri Kurniawan Panjaitan Kehilangan Transkrip Nilai S1 di Jalan SM Raja