Beritasumut.com-Terobosan gemilang beranjak dari kepedulian yang tinggi akan hak azasi ditorehkan kembali oleh Bupati Pakpak Bharat, Dr Remigo Yolando Berutu MFin MBA. Setelah pada bulan Mei yang lalu diundang sebagai satu-satunya Kepala Daerah bersama delegasi Indonesia pada Universal Periodic Review of Human Rights di Jenewa, Swiss, kali ini Bupati diundang sebagai pembicara dalam Forum Kota HAM se-Dunia (World Human Rights Cities Forum 2017 di Gwangju, Korea Selatan, pertengahan pekan ini. Bupati Remigo berbicara dalam Sesi Pleno tentang Demokrasi Partisipatoris dan Kabupaten/Kota HAM bersama dengan Wakil Walikota Grenoble (Perancis) Emmanuel Carroz, Direktur Barcelona Observatory for Social, Economic, and Cultural Rights Irene Ecorihuela dan Professor dari Chung-Ang University, serta Komisioner Gwangju Alliance for Progressive Movement. Dalam presentasinya, Bupati menyatakan pentingnya belajar dari kota lain serta berbagi pengalaman Kabupaten Pakpak Bharat dalam menjalankan program-program pemerintah berbasis HAM. Program-program tersebut termasuk dalam memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga, pembangunan ekonomi, pemenuhan dan perlindungan hak perempuan dan anak, serta pendidikan maupun untuk menjamin kerukunan beragama. "Termasuk dalam menjamin peran aktif dan kerjasama masyarakat dan pemerintah daerah dalam menampung pengungsi dari Aceh Singkil saat konflik Agama di Aceh Singkil meluap," jelas Bupati dilansir dari laman resmi pakpakbharatkab.go.id, Minggu (17/09/2017). Terkait partisipasi demokrasi warga, Bupati Remigo menjelaskan tentang Musrenbang yang dijalankan secara baik dari tingkat Desa, Kecamatan maupun Kabupaten. Sebagai Kabupaten baru hasil pemekaran, Pakpak Bharat patut diacungi jempol dengan prestasi meraih penghargaan dari Kementerian Hukum dan HAM sebagai Kabupaten Peduli HAM selama 4 kali berturut-turut. Forum ini dibuka oleh Walikota Metropolitan Gwangju Yoon Jang-hyun, Ketua Kim Dae-jung Peace Center Lee Huiho (Mantan Ibu Negara Kim Dae Jung) dan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kunghwa. Forum Kota HAM Sedunia ini akan berlangsung sampai tanggal 17 September 2017. Delegasi pemerintah daerah, Komnas HAM dan INFID akan berbicara di berbagai program acara. Sejak tahun 2011, Pemerintah Kota Metropolitan Gwangju di Korea Selatan telah menyelenggarakan Forum Kota HAM se-dunia. Forum ini merupakan gerakan global yang menjadi tempat pertukaran pengalaman pemerintah kota di seluruh dunia dan pemangku kepentingan lain yang berkomitmen dalam perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia oleh pemerintah daerah.(BS02)