Buka Medan Minangkabau Fest 2017

Wagubsu Harapkan Pasatuan Induak Bareh Bantu Dorong Percepatan Pembangunan Provinsi Sumut

Herman - Rabu, 13 September 2017 15:22 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092017/6562_.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/BS03
Beritasumut.com-Wagubsu Dr Nurhajizah Marpaung mengharapkan organisasi-organisasi khususnya perempuan seperti Pasatuan Induak Bareh akan lebih banyak lagi tumbuh di Sumatera Utara. Karena masih banyak lagi masyarakat khususnya perempuan di Sumatera Utara ini yang membutuhkan bantuan. Hal tersebut disampaikan Wagubsu Nurhajizah Marpaung dalam sambutannya saat membuka Medan Minangkabau Fest 2017, di Raz Hotel & Convention Jalan Dr Mansur, Medan, Rabu (13/09/2017).

 

Hadir pada kesempatan tersebut Ketua umum Pasatuan Induak Baleh Rahmawaty Sofyan Raz, Ketua Dewan Pembina YPSA Sofyan Raz,  Ketua Lembaga Kerapatan Adat Minangkabau  (LKAM) DR M Sayuti pemangku adat, alim-ulama, niniak mamak, cadiak pandai, dan masyarakat Minangkabau yang ada di Sumatera Utara.

 

Selain itu kehadiran orgisasi perempuan seperti persatuan Induak Bareh juga diharapkan dapat mendorong percepatan pembangunan Provinsi Sumatera Utara. “Karena kompetisi global saat ini menuntut keterlibatan semua pihak, baik pemerintah, swasta dan kelompok-kelompok masyarakat social,” ujar Nurhajizah.

 

Wagubsu pada kesempatan tersebut mengapresiasi organisasi Induak Bareh yang kelahirannya dibangun atas dasar prinsip kebersamaan, kekeluargaan dan kesetiakawanan telah menunjukkan kiprahnya ditengah-tengah masyarakat Sumatera Utara. Kebersamaan tentu akan selalu baik daripada bercerai berai, seperti kata pepatah Minang, barek samo dipikua, ringan samo dijinjing. Ka bukit samo mandaki, ka lurah samo manurun. Sakabek bak siriah, sarumpun bak sarai. Satumpuak bak pinang, sadantiang bak basi, saciok bak ayam.

 

Makna pepatah ini adalah kebersamaan yang terjalin lanjut Nurhajizah membuat mampu menghadapi situasi apapun. Kebersamaan juga melahirkan kekuatan untuk menghadapi tekanan. ”Diharapkan Persatuan Induak Baleh menjadi contoh bagi organisasi-organisasi lainnya yang dasar berdirinya adalah kebersamaan,” kata Nurhajizah.

 

Kehadiran Pasatuan Induak Bareh ditengah masyarakat Sumatera Utara sejadinya adalah bentuk dari kepedulian masyarakat minang untuk berperan aktif dalam membangun provinsi Sumatera Utara. Meskipun organisasi ini adalah organisasi yang berbasis pada ikatan minang, Namun kami sama sekali tidak khawatir organisasi ini akan membatasi diri pada sekat-sekat kultural yang ada. “Karena dalam masyarakat modern yang terbuka, peredaan budaya bukanlah penghalang kesatuan melainkan perekat integrasi. Perbedaan budaya juga adalah kekayaan bagi masyarakat plural yang heterogen dan multicultural, termasuk provinsi Sumatera Utara,” sebut Nurhajizah.

 

Nurhajizah pada kesempatan itu berharap organisasi-organisasi yang ada seperti Pasatuan Induak Baleh juga dapat membantu masyarakat dengan memberikan lapangan pekerjaan agar masyarakat khususnya generasi perempuan tidak terjerumus pada perbuatan-perbuatan yang dapat merusak masa depan mereka, terkhusus bagi generasi muda perempuan. “Mari kita cegah anak-anak kita khsusus generasi penerus perempuan agar tidak terjerumus lebih jauh lagi kepada perbuatan-perbuatan yang merusak masa depan mereka,” ujar Wagubsu.

 

Ketua Umum Pasatuan Induak Baleh Hj Rahmawaty Sofyan Raz mengatakan bahwa Pasatuan Induak Baleh didirikan selain dari kecintaan terhadap tanah Minangkabau juga Pasatuan Induak Baleh terpanggil menjadi guru dan Pembina madrasah pertama bagi seseorang sejak dini. “Kekayaan adat budaya Minangkabau lama kelamaan semakin hilang. Induak Baleh terpanggil untuk membangkitkannya kembali,” ujar Rahmawaty.(BS03)

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Hadiri Silaturahmi Bunda Kandung dan Gebyar Budaya Minangkabau, Walikota Pematang Siantar Disambut Tari Galombang

Peristiwa

Gubernur Sumut Harapkan Masyarakat Minang Terapkan Kearifan Lokal di Daerah Perantauan

Peristiwa

Gubernur Edy Rahmayadi Ajak Masyarakat Minang Bersinergi Membangun Sumut

Peristiwa

MTQ Nasional 2020 di Sumbar, Ini Panduan Kafilah Saat Tiba di Bandara Minangkabau

Peristiwa

Bandara Minangkabau Segera Diperluas untuk Menampung 5,7 Juta Penumpang

Peristiwa

Kereta Api Bandara Minangkabau Ekspres Beroperasi dengan Tarif Rp5.000-Rp10.000, Ini Jadwal dan Rutenya