Beritasumut.com-Pembangunan jalan tol Medan-Binjai sudah mulai rampung. Bahkan ditargetkan dalam bulan ini untuk seksi 2 yakni Helvetia-Sei Semayang dan seksi 3 Sei Semayang-Binjai akan diresmikan dan dioperasionalkan. Sementara untuk seksi 1, Tanjung Mulia-Helvetia masih menunggu proses pembebasan lahan yang ditargetkan akan selesai pada Oktober mendatang. Kepala Divisi Pengembangan Jalan Tol PT Hutama Karya, Rizal Sutjipto mengungkapkan, pembangunan jalan tol Medan-Binjai ini sudah dimulai sejak ground breaking dilakukan pada April 2015 lalu. Diakui Rizal, prosesnya memang mengalami kendala karena lambatnya proses pembebasan lahan. Terutama untuk pembebasan lahan seksi 1 Tanjung Mulia-Helvetia, karena masih terdapat sebanyak 378 KK lagi yang belum dibebaskan. Sementara untuk seksi 2 Helvetia-Sei Semayang masih terdapat 9 persil yang belum dibebaskan, sementara untuk seksi 3 sudah selesai pembangunan. “Intinya kita berharap untuk pembebasan lahan ini ada win-win solution. Artinya, tidak ada yang dirugikan dan jangan merugikan. Untuk seksi 1 ini masih banyak yang belum dibebaskan ada 378 KK lagi, kalau yang di Sei Semayang, ada 9 persil lagi tapi itu sudah masuk proses konsinyasi dan tinggal menunggu keputusan pengadilan. Untuk seksi 2 dan seksi 3 kami rencanakan bulan ini mau kami resmikan dan dioperasionalkan,” ujar Rizal kepada wartawan, Rabu (06/09/2017). Dikatakan Rizal, kalau proses pembebasan lahan pada seksi 1 dapat selesai pada bulan Oktober 2017 ini, maka ditargetkannya Juni 2018, keseluruhan jalan tol Medan-Binjai sudah dapat dioperasionalkan. “Kalau pembebasan lahan bisa selesai Oktober ini, kita targetkan Juni tahun depan keseluruhannya sudah bisa dioperasionalkan,” jelas Rizal. Seperti diketahui, pembangunan jalan tol Medan Binjai untuk seksi 1, Tanjung Mulia-Helvetia dilakukan dengan panjang 6.071 Km dengan kebutuhan lahan 36,66 hektar. Untuk seksi 2 Helvetia-Sei Semayang panjang 9,051 Km dengan kebutuhan lahan 46,36 ha. Selanjutnya untuk seksi 3, Sei Semayang-Binjai dengan panjang 10.319 Km dengan kebutuhan lahan 61,04 ha. Secara keseluruhan panjang luas lahan yang harus dibebaskan 25,441 Ha dengan kebutuhan lahan 144,06 Ha. Pembangunan ini jalan tol ini secara keseluruhan membutuhkan dana sekitar Rp1,1 triliun.(BS03)