Beritasumut.com-Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Tim Saber Pungli Poldasu terhadap salah seorang oknum PNS di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PPTSP) Provsu seakan mencoreng wajah Gubernur Sumut Ir H Tengku Erru Nuradi MSi. Apalagi Gubsu sudah menaruh harapan besar terhadap DMP-PPTSP yang bulan lalu telah meluncurkan pengurusan perijinan dan non perijinan melalui sistem online. "Ini membuktikan bahwa harapan besar Pak Gubsu agar terciptanya pemerintahan yang bersih diabaikan oleh ASN di DPM-PPTSP. Padahal secara teori penerapan sistem online agar terhindarnya tatap muka antara pengurus ijin dan petugas hingga terhindarnya pungli sebenarnya cukup baik. Pertanyaannya sekarang apakah sistem online DMP-PPTSP itu tidak berjalan atau memang sengaja tidak dijalankan. Atau memang mental para ASN disana bobrok," ujar Pengamat Hukum, Muslim Muis kepada wartawan, Selasa (05/09/2017). Muslim pun meminta agar Tim Saber Pungli melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut termasuk juga menyelidiki dugaan keterlibatan pimpinan di di DPM-PPTSP dalam kasus tersebut. Ironisnya lagi lanjut Muslim, peluncuran aplikasi perijinan online beberapa bulan lalu turut dihadiri Ketua Korsupgah KPK Adlin Nasution, Ketua BPPT Jabar Dadang Muhammad, Kepala Ombudsman RI Kantor Perwakilan Sumut Abyadi Siregar. Bahkan saat itu Adlinsyah Nasution optimis dengan diberlakukannya pengurusan perijinan online akan menghilangkan stigma negatif dan praktek pungutan liar (pungli) selama ini dikeluhkan masyarakat. "Dengan kejadian ini juga menjadi bahan evaluasi bagi pimpinan di Provsu apakah bawahan mereka di SKPD terkait benar-benar bekerja atau hanya melahirkan program berupa terori belaka tapi realisasi dilapangan nol. Peluncuran itu seperti hanya sebatas seremoni belaka. Istilahnya Asal Bos Senang (ABS) saja. Kalau memang seperti itu wajar jika pimpinan disana dievaluasi," tegas Muis. Sebelumnya, kasus OTT tersebut ditanggapi serius oleh Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) Dr Nurhajizah Marpaung. Bahkan orang nomor dua di Kantor Pemprovsu itu mengaku telah membahasnya di internal pihaknya.“Sudah kita rapatkan soal OTT itu. Yang pasti akan ada reward kepada pegawai yang sudah bekerja dengan baik, dan ada punishment bagi yang tertangkap,” ujar Nurhajizah. Sementara itu saat disinggung sanksi apa nantinya yang akan diberikan kepada oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut Nurhajizah meminta bersabar.“Tindaklanjutnya sedang kita upayakan dalam 1-2 hari, nanti akan kita umumkan ya. Yang pasti kawan-kawan media juga akan kita panggillah,” ungkap Nurhajizah singkat. Terpisah, Kepala DMP-PTSP, Bondaharo Siregar yang dikonfirmasi terkait pegawainya yang terjaring dalam kasus OTT oleh Tim Saber Pungli Poldasu sangat menyesalkan atas kejadian tersebut. Bahkan, katanya, dirinya sudah berulang kali mengimbau agar jangan coba-coba untuk menerima suap pungli dan lain sebagainya. “Tentang persoalan tersebut, kita serahkan saja ke aparat penegak hukum dengan tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah. Karena waktu kejadian itu pukul 17.00 wib, Jadi saya tidak tau Tim Saber Pungli masuk ke kantor, karena saya sudah pulang,” ungkap Bondaharo.(BS03)