Beritasumut.com-Agus Rianto (43), warga Jalan Medan-Batangkuis Emplasmen, Dusun XI, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Seituan dihajar Preman Setempat (PS). Peristiwa pengeroyokan ini terjadi saat Agus baru saja membuka usaha kecil-kecilan berjualan mie sop di Jalan Besar Medan-Batangkuis, Gang Ridho, tepatnya di samping Supermarket Irian, Rabu (30/08/2017) sekitar jam 22.30 Wib. Mantan calon Kepala Desa (Kades) Bandar Klippa dan saat ini tercatat sebagai Ketua Ranting Partai Perindo Bandar Klippa ini dianiaya sejumlah PS di bawah komando Rahmad.Akibat dianiaya Ramhad dkk, Agus mengalami sejumlah luka, seperti lebam di bawah mata sebelah kiri, luka gores di leher dan luka gores di pundak. Agus pun langsung membuat laporan ke Polsek Percut Seituan, dengan bukti lapor No.LP/1869/K/2017/SPKT PERCUT tanggal 31 Agustus 2017."Kejadiannya jam 22.30 wib, sekitar jam 00.30 wib, saya langsung visum dan buat laporan ke Polsek Percut Seituan," ujar Agus kepada wartawan, Senin (04/09/2017). Lebih jauh Agus menceritakan, saat kejadian, dia sedang beristirahat di rumahnya, tiba-tiba ditelepon keponakannya yang menyebutkan, kalau warung miliknya dirusak orang. Kaget dengan kabar itu, Agus pun bergegas menuju lokasi kejadian. Setibanya di lokasi, Rahmat bersama 2 orang temannya mendatangi Agus dan langsung marah-marah. "Pas nengok warung saya yang sudah hancur itu, tiba-tiba Rahmad sama 2 kawannya, yang satu namanya Pai dan satu lagi nggak kenal saya, mendatangi saya. Si Rahmad bilang gini, kalau memang punya otak, permisi dulu sama pemuda setempat (PS). Ya saya jawab, loh saya orang sini, ngapain harus melapor sama PS. Kan nggak sopan dia ngomong seperti itu," tutur Agus. Selanjutnya, pertengkaran mulut pun terjadi antara keduanya. Tiba-tiba, kedua teman Rahmad langsung memegang kedua tangan Agus, sementara Rahmad memukuli Agus. Kemudian, datang lagi beberapa orang teman pelaku, untuk melerai kejadian itu. "Bukan melerai, orang saya dipegangi jadi nggak bisa melawan. Artinya saya dikeroyok," imbuhnya lagi. Ada banyak saksi saat kejadian itu, beberapa di antaranya Mukhlis Sujarwardi, Muhammad Lubis alias Bornek (petugas jaga malam Supermarket Irian), Manasal Hutasoit (petugas jaga malam Supermarket Irian), Khaidir alias Ajo Sate, Lamhot Pardamean Hutapea (abang kandung pelaku) dan Heru Hakim. "Yang saya ingat orang-orang ini ada di lokasi saat kejadian itu, semuanya warga situ, warga Gang Ridho, samping Supermarket Irian," ucapnya. Dari informasi dihimpun menyebutkan jika pelaku, Rahmad disebut-sebut merupakan pengguna narkoba. "Dites urine aja, kan nanti ketauan kalau make narkoba atau nggaknya," kata warga sekitar yang tak mau disebutkan namanya. Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan, Iptu Philip Antonio Purba ketika dikonfirmasi via WhatsApp (WA) mengaku belum mengetahui kasus tersebut. "Sabar, saya cek dulu," jawabnya singkat. Tak berapa lama, Philip kembali mengirimkan pesan, yang mengatakan jika pihaknya kesulitan mendapatkan keterangan saksi-saksi. "Saksi-saksi belum ada," katanya lagi.(BS04)