Beritasumut.com-Warga di kawasan Jalan Turi, Medan Kota, kecewa dengan pengerjaan pelebaran parit yang dilakukan pihak ketiga. Hal ini disebabkan karena pengerjaan parit telah merusak dinding pagar rumah, dan pipa saluran air bocor. "Saya sudah melakukan protes kepada pengawas proyek parit di Jalan Turi Medan namun tidak pernah ditanggapi. Selalu pemilik rumah sangat dirugikan dengan sikap oknum pengawas tersebut," ucap Usman Siregar pemilik rumah di Jalan Turi Medan kepada wartawan, Kamis (24/08/2017). Kata dia, pelebaran parit itu sudah berlangsung selama satu pekan lamanya. Tanpa adanya melakukan kordinasi maupun sosilalisasi kepada warga pemilik rumah yang ada di Jalan Turi Medan. Sehingga warga menilai proyek pembuatan parit ini diduga dilakukan asal jadi."Saya menduga proyek dikerjakan ini hanya mengejar target saja, sehingga pembuatan parit itu belum profesional untuk dituntaskan oleh pekerjanya," terangnya. Begitupun tambahnya, rumah lama yang sudah ditempati tersebut sudah semakin jorok akibat banyaknya tanah yang dibiarkan oleh pengawas proyek parit yang ada di Jalan Turi. "Kalau tidak ada perhatian dari pengawas proyek itu, pagar rumah saya akan roboh," tutur Usman. Sementara itu, kontraktor proyek parit beralamat kantor di Jalan Bima Sakti Medan, salah satu penanggung jawab Yasmin Saragih mengaku akan bertanggungjawab dan melakukan koordinasi dengan pemilik rumah bernama Usman yang melakukan protes tersebut. "Secepatnya akan dilakukan perbaikan pagar rumah Usman yang mengalami retak-retak," papar Yasmin Saragih dari PT Deli Indah Karya itu. Dia juga akan turun ke lapangan untuk melihat proyek parit yang ada di Jalan Turi Medan. "Perusahaan kami tidak akan merugikan warga yang terkena dampak proyek pembuatan parit tersebut," jelas pria ramah ini.(BS03)