Beritasumut.com-Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa meninjau pencairan dana Program Keluarga Harapan (PKH) dari tunai ke non tunai pada Selasa (22/08/2017) di Gedung Tanjung Indah, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Saat tiba di Gedung Tanjung Indah, Khofifah Indar Parawansa serta rombongan langsung disambut Wakil Bupati Deli Serdang H Zainuddin Mars, Wakapolres Deli Serdang Kompol Faisal Rahmat, pimpinan SKPD, para Camat, ratusan warga yang menerima dana PKH serta tamu undangan lainnya. Di hadapan ratusan warga dan para tamu undangan, Khofifah mengatakan pada tahun 2018 Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang diterima PKH akan dilengkapi dengan bantuan pangan yang bisa digunakan untuk membeli beras, minyak makan telur. Selain itu KKS juga akan dilengkapi bantuan subsidi elpii. "Kalau ekonomi terus membaik maka bantuannya akan terus ditambah. Saya berharap bantuan ini dapat digunakan sebaik-baiknya," kata Khofifah. Lanjutnya, dana PKH ini juga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah dan menyekolahkan anak serta kebutuhan gizi. "Kalau ketahuan uang PKH digunakan untuk beli rokok atau beli pulsa maka kartunya bisa dicabut," tegas Khofifah. Dia juga menerangkan kegiatan ini merupakan penyisiran PKH Agustus Tuntas. "Pencairan PKH Non Tunai seluruh Indonesia untuk Tahap III ditergetkan bulan Agustus tuntas, satu tahun cair empat kali," terangnya. Khofifah menjelaskan bahwa penerima PKH saat ini mencapai 6 juta Kepala Keluarga (KK). Di mana jumlah ini akan bertambah menjadi 10 juta KK pada tahun 2018 nanti. "4 juta penerima PKH akan bertambah pada tahun 2018, rekrument tenaga pendampng PKH juga akan dibuka. Kartu Keluarga Sejahtera bisa menjadi Kartu ATM, melalui PKH masyarakat diajak untuk menabung. Kalau tidak boros dana PKH bisa diambil kapan saja. Pengawasan dilakukan pendamping PKH, setiap pendamping PKH mengawasi 200 sampai 250 penerima PKH," tandasnya. (BS05)