Beritasumut.com-Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H T Erry Nuradi menargetkan penyaluran dana untuk pengadaan perumahan dan lahan pertanian bagi 2.015 kk atau 7.142 jiwa pengungsi erupsi Gunung Sinabung yang belum mendapat hunian tetap dapat teralisasi paling lama akhir tahun. Hal itu ditegaskannya pada acara Puncak Hari Kemanusiaan Dunia sekaligus Penyaluran bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) oleh Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa di relokasi erupsi Sinabung, Kecamatan Siosar, Kabupaten Karo, Selasa (22/08/2017). Dalam kesempatan itu, Menteri Sosial Khofifah didampingi Gubsu menyerahkan simbolis bantuan Jaminan Hidup untuk 624 KK warga Desa Kutarayat yang telah kembali dari pengungsian senilai Rp 2.164.500.000, pemberian Paket Sembako sebanyak 1.011 paket untuk penghuni hunian tetap Siosar dan penerima jaminan hidup dari Desa Kutarayat senilai Rp 202.200.000. Terkait keberadaan pengungsi korban erupsi, Gubsu dalam kesempatan itu meminta Pemkab Karo agar dapat mempercepat proses penyaluran dana untuk tempat tinggal dan lahan pertanian. Karena masih ada ribuan pengungsi yang bertahan di 8 titik pengungsian. “Kondisi erupsi Gunung Sinabung sejak tahun 2010 sampai dengan hari ini belum ada tanda -tanda akan berakhir. Ini tentunya menjadi perhatian kita semua. Hari ini saja masih terdapat 8 pengungsian sebanyak 2.015 kk atau 7.142 jiwa,” ujarnya di hadapan ratusan warga masyarakat yang hadir dalam acara tersebut. Karena itu, Erry mengatakan bahwa warga korban erupsi yang sudah mendapat tempat tingga tetap di Siosar harus bersyukur karena sudah mendapat tempat kediaman dan lahan pertanian.Pemerintah segera melakukan tindakan penanganan yang lebih komprehensif, dan sudah dikoordinasikan bahwa paling lambat akhir tahun 2017 ini semua pengungsi yang ada tersebut akan diberikan dana untuk mencari tempat tinggal dan lahan pertanian. “Ini harapan semua, agar bisa ditindaklanjuti karena sudah terlalu lama mereka di pengungsian. Bupati harus terus sosialisasi dan lakukan percepatan proses pemulangan pengungsi,” kata Erry . Erry dalam kesempatan itu mengucapkan terimakasih atas perhatian Kemensos kepada Sumatera Utara, khususnya kepada pada program Keluarga Harapan (PKH). Dalam kesempatan tersebut dilakukan penyaluran PKH yang diserahkan oleh Mensos Khofifah kepada warga pengungsi. Erry menyebutkan, PKH yang ada di Sumut mendapat fasilitas pendampingan sebanyak 1.234 pendamping. Pada tahun 2018 akan ditambah lagi 563 pendamping baru yang akan memberi pelayanan kepada seluruh masyarakat penerima PKH. Demikian juga bantuan sosial lainnya, lanjut Erry, khususnya Tanah Karo Simalem sebanyak Rp 43,291 M bantuan PKH disalurkan selama tahun 2017 bagi 9.052 kepala keluarga senilai Rp 17,108 milyar. Demikian juga untuk Beras Sejahtera (rastra) disalurkan sebanyak 19.042 kk senilai Rp 26,118 milyar.“Mudah-mudahan dengan bantuan pada peringatan hari kenansuiaan sedunia ini dapat kita tanamkan jiwa sosial membantu sesama,” pungkas Gubsu. (BS03)