Beritasumut.com-Asisten II Ekonomi Pembangunan Kota Medan, Qamarul Fattah menyebutkan, berdasarkan hasil sensus 2016 lalu, di Medan terdapat sebanyak 200 ribu lebih pelaku UKM mikro. Namun, menurut dia, pelaku usaha mikro ini masih terkendala dalam melakukan pemasaran. Selain juga mengalami kesulitan dalam hal perolehan bahan baku. "Karenanya, untuk berdaya saing BDC memiliki program pembinaan, keuangan, manajemen dan lain-lain. Terutama bagaimana membantu menekan cost supaya bahan bakunya murah, sehingga produk berkualitas dan berdaya saing," ungkap Qamarul di sela-sela workshop Busines Development Center (BDC) Program KOTAKU, Selasa (08/08/2017). Manajer pengelola BDC, Nanang menambahkan bahwasanya produk UKM di Medan sebetulnya sudah unggul. Namun perlu mendapatkan pendampingan, khususnya dalam hal pemasaran."Di sinilah BDC mau membantu. Supaya berdaya saing baik di dalam maupun di luar negeri," pungkasnya. (BS03)