Beritasumut.com-Kapolsek Delitua Kompol Wira Prayatna SH SIK MH mengimbau masyarakat lingkungan yang tinggal di sekitar tempat tinggal para imigran agar dapat memaklumi segala keterbatasan para imigran. Sehigga, katanya, semua pihak berperan sama-sama menjaga keamanan dan ketertibaan bersama dan para imigran dapat menciptakan kehamonisan bersama. Hal ini disampaikan Kapolsek yang diwakili Kanit Intel Polsek Delitua saat menghadiri Kegiatan Kommunity Dialogue yang dilaksanakan IOM, di Aula Kantor Lurah Tanjung Selamat yang berada di Jalan Bunga Sakura, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Medan, Selasa (08/08/2017). Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek mengungkapkan, para imigran sampai ke negara kita bukan atas kemauan mereka, akan tetapi dikarenakan keterpaksaan mereka untuk meninggalkan tempat tinggal mereka dan negara mereka, karena di negaranya lagi ada problem politik yang membuat ketidaknyamanannya. "Beritahu kepada Imigran bahwa negara kita ini adalah negara hukum dan mempunyai bermacam-macam budaya, sehingga dengan lamban laun, para imigran dapat mengikuti budaya kita, sehingga tercipta keharmonisan antara masyarakat dengan Imigran," ujarnya. Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Lingkungan se-Kelurahan Tanjung Selamat, pemuka masyarakat di lingkungan tempat tinggal imigran, Kepling dari Kelurahan Simpang Selayang, para staf dari IOM, Babinkamtibmas Kelurahan Tanjung Selamat dan Babinsa Kelurahan Tanjung Selamat. Jumlah peserta yang hadir seluruhnya 30 Orang. Sementara itu, Camat Medan Tuntungan yang diwakili oleh Mandropa, dalam sambutannya, mengajak semua pihak memaklumi Imigran yang ada di lingkungan masing-masing atas keterbatasan mereka. "Mari kita sama-sama bisa bergaul dengan mereka, sehingga tercipta keharmonisan antara mereka dengan kita," ujarnya. Disebutkannya, imigram meninggalkan tempat tinggalnya dan meninggalkan negaranya adalah karena terpaksa karena ancaman jiwa, sehingga mereka menyelamatkan diri dengan cara mengungsi hingga sampai ke Indonesia. "Mari kita pupuk keharmonisan dengan mereka dan mari kita ajari mereka sesuai dengan budaya kita, sehingga terbentuk keharmonisan," lanjutnya. Mewakili IOM, Katheleen Lina, mengucapkan terima kasih kepada Muspika Kecamatan Medan Tuntungan yang telah dapat memfasilitasi pertemuan tersebut. "Saya akan belajar bahasa Indonesia dan dalam waktu dekat ini saya harus bisa berbahasa Indonesia," ujarnya. Ia menjelsakan, tujuan pertemuan tersebut adalah untuk menyatukan pikiran guna menciptakan keharmonisan antara masyarakat lingkungan dengan Imigran. "Kita harus memaklumi segala keterbatasan mereka karena mereka (Imigran) meninggalkan negaranya atas keterpaksaan dengan adanya ancaman jiwa di negara mereka. Terima kasih atas penyambutan yang baik ini," ujarnya. Hasil yang dicapai dalam kegiatan tersebut, antara lain masyarakat siap untuk mengajak para imigran utk bersama-sama bergotong royong, sehingga dengan gotong royong bersama para imigran merasa nyaman bergabung dengan masyarakat lingkungannya. Kemudian masyarakat bersedia saling tukar pikiran dengan para imigran baik dengan Budaya-budaya, baik cara masak-masakan saling tukar menu makanan. Masyarakat juga bersedia menggabungkan anak-anaknya untuk bermain-main dan saling belajar berbahasa dan etika-etika.(BS06)