Beritasumut.com-Kedua orang tua Iftiyah Ramadhan (1) bayi terjangkit virus Rubella, Kesuma Ramadhan dan Ratih Rachmadona mengaku kecewa dengan janji Kadinkes Sumut Agustama. Pasalnya, harapan bayinya untuk bisa mendengar dan berbicara, terpaksa harus tertunda. Hal ini dikarenakan, alat bantu dengar yang diberikan justru tak sesuai spesifikasi. "Yang dikasi alat bantu dengar untuk orang dewasa yang menderita tuli. Itupun yang ditanggung BPJS Kesehatan. Padahal spesifikasi alat bantu dengar untuk bayi penderita Rubella itu berbeda," ujar Kesuma kepada wartawan, Kamis (03/08/2017). Sementara itu, Ibu kandung Iftiyah, Ratih menceritakan sempat bahagia karena pada awal Februari lalu, istri Gubernur Sumut, Evi Diana dan Kadinkes Sumut mengaku siap membantu menyediakan alat bantu dengar untuk buah hatinya yang terbilang sangat mahal itu. Mengingat virus rubella tersebut mengakibatkan Iftiyah mengalami gangguan pendengaran yang cukup berat. Terkait hal tersebut, Agustama justru menuding jika ayah Iftiyah, Kesuma menolak tindakan kedokteran yang diberikan. "Kalau bicara dokter spesialis dan Sub spesialis dia nggak mau dengar ya nggak tau lagilah," sebutnya. Agustama melanjutkan, terkait pernyataan dokter spesialis THT di RSUP H Adam Malik yang mengakui alat yang tercover BPJS tidak berfungsi untuk kasus iftiyah, ia tidak tidak menjelaskan lebih banyak."Adam Malik kan rumah sakit rujukan nasional. Kan penyakit ini memang sudah seharusnya di bawa kesana," pungkasnya. (BS07)