KAMKA Wujudnyatakan Muslim Karo Bersatu

Herman - Senin, 31 Juli 2017 14:59 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir072017/1730_KAMKA-Wujudnyatakan-Muslim-Karo-Bersatu.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Dalam rangka memperkuat tali silahturahmi dan rasa persaudaraan dan merayakan Idul Fitri 1438 H, Dewan Pimpinan Pusat Keluarga Besar Muslim Karo (KAMKA) mengadakan Halal Bihalal di Graha Garini, Halim, Jakarta Timur, Minggu (30/07/2017) dengan mengusung tema “Makna Bersilahturahmi Bersama Membangun Dakwah di Tanah Karo”. 

 

Sejumlah pimpinan serta tokoh Muslim Karo berkumpul bersama segenap umat Muslim dari berbagai wilayah Jabodetabek. Ini sebagai perwujudan kuatnya ikatan kebersamaan dalam semangat persatuan.

 

Dalam keterangannya MS Kaban, mengatakan, KAMKA harus menjadi organisasi Muslim yang bisa bersama-sama membangun kebersamaan di negeri ini. Salah satunya adalah dengan tetap memegang teguh adat budaya Karo yang juga mengandung nilai-nilai ke-Islaman. 

 

Tidak itu saja, mantan Menteri Kehutanan ini menyampaikan kerinduannya agar KAMKA bisa membangun seperti Islamic Center di Tanah Karo. “Saya berkeyakinan KAMKA maupu melakukan hal tersebut asal ada persatuan dan kebersamaan dari para pengurusnya,” kata Kaban.

 

Keluarga Besar Muslim Karo (KAMKA) merupakan wadah bersama umat Muslim Karo yang dilantik pada 19 Maret 2017 lalu di Aula Dasa Darma Buperta, Jakarta Timur. 

 

Menurut Sekretaris Dewan Pembina KAMKA, H Muhammad Tempel Tarigan SE, KAMKA merupakan organisasi Islam yang moderat dengan mengutamakan akhlakul karimah (akhlak yang terpuji), karena budaya Karo adalah penuh kinihamatan (penghormatan) bagi siapa saja tanpa membedakan kedudukan, agama, dan aliran politik.

 

Selain itu, tetap menjunjung tinggi adat budaya dan kekerabatan Karo yang masih melekat kuat pada orang Karo apa pun agamanya, yakni merga silima, rakut sitelu, tutur siwaluh, dan perkade-kadean sepuluh dua. 

 

“Oleh karena itu, KAMKA haruslah mampu secara cerdas dan bijaksana merangkul siapa saja yang dalam hatinya ingin memeluk agama apa pun,” imbaunya seraya mengatakan penting KAMKA juga mengajak orang Karo masuk Islam tanpa bertentangan dengan agama-agama lainnya.

 

Sementara itu, Ir H Kasman Bangun MBA, Ketua Umum DPP KAMKA, mengatakan, kehadiran DPP KAMKA akan menyatukan seluruh Muslim Karo di seluruh Indonesia, bahkan dunia. Berbagai program kerja yang disusun di antaranya pengajian rutin setiap bulan, peringatan hari besar keagamaan, halal bi halal, dan sebagainya. 

 

Ditambahkan Kasman, salah satu program yang akan dijalankan adalah membangun Masjid bernuansa Karo. Insyaallah, itu bisa kita wujudkan. Apalagi, KAMKA sudah mengantongi legalitas dari notaris dan selanjutnya dari Kemenhukham. Tentu ini akan membuat ruang gerak kita lebih luas dan meyakinkan lagi,” tambahnya. 

 

Menurut Kasman, saat ini ada lebih dari 500-an Kepala Keluarga jumlah Muslim Karo di Jabodetabek. Untuk Tanah Karo tercinta, KAMKA juga ikut berpartisipasi dalam pembangunan masjid dan penyediaan ustad untuk memenuhi kebutuhan dakwah, juga akan dilakukan.

 

Dengan adanya KAMKA, menurut Imran Sinulingga SH, Sekretaris Jenderal DPP KAMKA berarti kita sudah beranjak menjadi wadah yang bersifat nasional. Selanjutnya, di daerah-daerah akan mulai mengikuti pembentukan kepengurusan di wilayahnya. Kalau di Medan sudah ada. Menyusul di Bogor, Bandung, Jambi, Bekasi, dan sebagainya.

 

Salah satu yang akan menjadi program KAMKA, menurut Imran, adalah bagaimana KAMKA bisa memberikan santunan kepada anak yatim korban erupsi Sinabung. Selain itu, bagaimana KAMKA bisa menghidupkan kembali Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Tanah Karo. 

“Demikian juga perlu dilakukan road show untuk melihat langsung kebutuhan dari banyak masjid di Tanah Karo, apa yang menjadi kebutuhan mereka nanti akan coba disinkronkan. Misal, kebutuhan ustad, tentu kita akan pertimbangkan,” tutup Imran.(rel)

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Rekam Jejak Bersih, Sulit Dipercaya Bupati Karo Terlibat Bisnis Proyek

Peristiwa

Hari Jadi ke-79 Kabupaten Karo, Wagub Surya Ajak Berkolaborasi Wujudkan Sumut yang Unggul, Maju dan Berkelanjutan

Peristiwa

Bupati Langkat Dukung Pelestarian Budaya Karo di Pesta Kerja Tahun Buluh Duri Kuala

Peristiwa

Jadwal Lengkap Sumut United di Babak 6 Besar Liga 3 Musim 2024/2025

Peristiwa

Pemko Medan Dukung Penuh Karo Foundation, Berharap Bisa Bawa Hal Baik untuk Suku Karo

Peristiwa

Aquabike World Championship 2024, Rider asal Portugal Juarai Karo Cup