Beritasumut.com-Bertempat di auditorium PTIK Jakarta, Jumat (28/07/2017) dilaksanakan bedah buku yang merupakan rangkaian pembelajaran program pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-26 TA 2017. Adapun narasumber pada bedah buku tersebut adalah Ekonom Indonesia yang juga mantan Wapres RI Prof DR Budiono. Beliàu mempresentasikan buku dengan judul Ekonomi Indonesia dalam Lintasan Sejarah. Budiono menyampaikan, menyàmpaikan perjalanan suatu bangsa, suatu negara di bidang ekonomi tidak bisa lepas dari aspek-aspek antara lain ekonomi dan politik adalah dua sejoli. "Ekonomi dan politik adalah satu mata uang, bahwa apa yang terjadi di bidang politik berkaitan dengan apa yang terjadi di bidang ekonomi, keputusannya harus dalam konteks yang lebih besar lagi, ekonomi tersubordinasi oleh politik secara umum," sebutnya. Beliau juga menyampaikan perkembangan ekonomi Indonesia sejak jaman VOC sampai sekarang. Bahwa Tim ekonomi yang mumpuni yang bisa menterjemahkan situasi politik yang stabil ini menjadi program ekonomi yang berkesinambungan adalah hasil dari 30 tahun kestabilan politik, kemudian sistem ini pada akhirnya membuat kesalahan yang akumulatif dan terjadinya KKN. Menurutnya, sistem otoriter resikonya adalah ekonomi stabil tetapi tidak dapat Äikoreksi dan meledak pada akhirnya. "Sebenarnya pada akhir orde baru politik masih kuat tetapi dipicu oleh krisis finansial. Made of democracy world artinya demokrasi yg bermanfaat dan menghasilkan program-program yang solid dan menghadirkan kemajuan di bidang ekonomi. Menanggapi hal ini dalam bedah buku tersebut, Prof Faisal Bisri, mengatakan, buku ini mengingatkan kepad kita untuk kembali disiplin dan memberikan contoh belajar dari masa lalu, mengidentifikasi potensi-potensi ekonomi dan mulai menata kembali dan sehatkan ekonomi. Sementara itu DR Berli menyampaikan bahwa peran swasta harus dibatasi, pelaku ekonomi yang pertama adalah koperasi. Menurutnya, ada kekhawatiran besar peran swasta dalam ekonomi untuk tidak melakukan profit yag tidak terlalu tinggi. "Betapa pentingnya pembangunan institusi hukum, dan betapa pentingnya putra putri terbaik kita masuk dan terlibat penuh dalam upaya kita membenahi dan membangun hukum di tanah air," sebutnya. Acara bedah buku ini dibuka oleh kasespim dan diikuti oleh 250 peserta.(rel)