Beritasumut.com-Pasca melakukan aksi protes, PDAM Tirtanadi cabang Deli Serdang tidak dapat memastikan kapan air normal kembali. Sebelumnya perwakilan warga Dusun XVI, Perumahan BSP, Desa Pasar Melintang, Kecamatan Lubuk Pakam mendatangi Kantor PDAM Tirtanadi Cabang Deli Serdang, Lubuk Pakam memprotes tidak mengalirnya air ke rumah warga. Kepala Cabang PDAM Tirtanadi Cabang Deli Serdang Fahmi Tanjung mengatakan persoalan padamnya aliran air PDAM Tirtanadi ini tidak dapat dipastikan kapan akan normal kembali. Diakuinya ada masalah dibagian instalasi pengelolaan di Sungai Ular. "Ada masalah di bagian instalasi sehingga air mati total selama 3 jam sampai 4 jam," terangnya, Jumat (28/07/2017). Fahmi menjelaskan akibat perbaikan instalasi ini suplai air ke sekira 500 pelanggan di sekitar Lubuk Pakam terganggu. "Banyak pelanggan yang terganggu seperti di Bakaran Batu, Perumahan Pemda, Perumahan Kodim.Belum dapat dipastikan kapan normal tapi biasanya normal dalam seminggu sudah normal. Semoga dalam satu atau dua hari ini sudah normal," ujarnya. Meskipun begitu, lanjut Fahmi, untuk menyuplai air kepada pelanggan pihaknya menyediakan mobil tangki dengan kapasitas 4.000 liter secara gratis kepada pelanggan. Dia menyampaikan pihaknya menyuplai air dari Tirta Sumut sehingga permasalahan ini menurutnya adalah permasalahan Tirta Sumut namun berdampak terhadap pihaknya. "Sebenarnya permasalahannya di Tirta Sumut tapi berdampak ke kita, kita menyuplai air dari Tirta Sumut. Tidak ada sanksi kepada Tirta Sumut tapi kita akan tetap berkoordinasi dengan Tirta Sumut," ungkapnya. Ditanya bagaimana dengan warga yang menggunakan mesin pompa air untuk menyedot air dari pipa PDAM Tirtanadi, Fahmi menambahkan sebenarnya tidak bisa menggunakan mesin pompa air untuk menyedot air dari pipa. Pihaknya pun menghimbau agar pelanggan tidak menggunakan mesin pompa air. "Kami menghimbau tidak menggunakan mesin pompa, tapi kami tidak bisa menertibkan karena masyarakat nanti akan mengeluh tidak dapat air. Ada upaya penambahan debit tapi tidak bisa instan dan memerlukan waktu. Kalau kami berharap masyarakat menikmati air 24 jam, kalau masyarakat menggunakan air 24 jam maka kesejahteraan kami akan meningkat. Tapi kami belum mampu untuk saat ini air mengalir 24 jam," tandas Fahmi.(BS05)