Beritasumut.com-Gara-gara berteriak "Hoii", keluarga Sastrawan Tarigan alias Ponda dan keluarga Br Tarigan yang tak lain abang-adik terlibat perkelahian, Senin (15/05/2017) lalu. Informasi dihimpun menyetutkan, kejadian ini bermula saat Br Tarigan dengan mengendarai sepeda motor melintas di depan rumah Sastrawan di Dusun II, Desa Kutalimbaru. Sastrawan kemudian berteriak "Hoii". Tak senang, Br Tarigan bersama anaknya Riwandha Adi Putra Karo Karo mendatangi dan menanyakan maksud teriakan tersebut. Bukannya menjelaskan, Sastrawan bersama keluarganya keluar rumah dan memukuli Br Tarigan hingga memar di hidung dan bibir. Br Tarigan pun kemudian membuat laporan ke Polsek Kutalimbaru. Dari laporan tersebut, Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi SH MH kemudian mengundang keluarga tersebut di Ruang SPK Polsek Kutalimbaru untuk dilakukan mediasi."Jadi, antara ibu pelapor bernama boru Tarigan dan ayah terlapor bernama Tarigan adalah kakak adik," ujar AKP Martualesi, Kamis (27/07/2017). AKP Martualesi menambahkan, kedua keluarga ini sebelumnya sudah terlibat perselisihan terkaitu pembagian warisan orangtua."Pada tahun 2012 ada permaslahan pembagian warisan rumah orang tua mereka bernama Alm P Tarigan dan ibu Ng br Ginting yang sampai sekarang ini belum tuntas.Sehingga di antara keluarga bermusuhan dan puncaknya terjadilah penganiayaan yang tersebut," terang AKP Martualesi. Disaksikan juga oleh Kepala Desa, Kepala Dusun dan warga, pada pertemuan mediasi tersebut akhirnya kedua keluarga sepakat untuk berdamai."Kedua belah pihak akhirnya saling memaafkan dan bersalam-salaman," pungkas AKP Martualesi. (BS04)