Beritasumut.com-Bambang Suriantoro (40) warga Pasar 1 Rel, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Labuhan, meregang nyawa setelah dirinya menabrak Portal Arhanudse 11/BS, Senin (24/07/2017) malam, sekira pukul 22.00 WIB. Hal tersebut dibenarkan Kapolres Binjai AKBP M Rendra Salipu, saat di konfirmasi awak media, Selasa (25/07/2017) pagi. "Dirinya meninggal dunia setelah di kejar kejar warga dan menabrak tiang Portal di sekitar Mako Arhanudse 11/BS," ucap Kapolres. Kejadian berawal saat korban yang diduga menjadi tersangka, sekitar pertengahan bulan Mei 2017, menjadi Pelaku Kejahatan penggelapan Mobil Daihatsu Xenia Nopol BK 1474 UM dan belum dikembalikan selama 2 bulan. Sang Pemilik Mobil yang bernama Siswanto (63) warga jalan Pasar I rel, Gang Awi, melakukan pencarian tersebut karena Bambang Suriantoro dianggap telah menggelapkan mobilnya. Pencarian akhirnya membuahkan hasil, pada hari Senin (24/07/2017) Sekira Pukul 21.00 WIB, Pencarian terus di lakukan oleh sang Pemilik Mobil. Dirinya mencoba mencari Bambang Suriantoro ke arah Selesai, sedangkan anaknya mencari ke arah Binjai Kota bersama dengan temannya. Pencarian akhirnya membuahkan hasil, pada saat anak pemilik Mobil yang bernama Aditya Syahputra berada di Kampung Tanjung dengan temannya, kebetulan yang diduga Pelaku Penggelapan Mobil berada di Kampung Tanjung. Melihat anak sang pemilik mobil mengetahui keberadaannya, Pelaku Penggelapan Mobil langsung melarikan diri dengan menggunakan Sepeda Motor kearah jalan Bejomuna, dan menabrak seorang pria yang bernama Dwiyan Septo Prayudi (27) warga Jalan Bejomuna,Lingkungan IX, Kelurahan Timbang Langkat, yang pada saat itu sedang duduk duduk dipinggir jalan bersama temannya. "Pelaku Bambang Suriantoro pada saat itu menabrak bagian belakang korban Septo Prayudi, yang mengakibatkan Septo Prayudi mengalami luka dan langsung di Opname di RS Dr Djoelham Binjai," ucap Kasubbaghumas Polres Binjai AKP L Tarigan. Namun, usai menabrak, Bambang Suriantoro (Pelaku Penggelapan Mobil) terus melarikan diri. Warga yang merasa geram langsung mengejar dari belakang, namun Bambang Suriantoro lari dengan mengenderai Sepeda Motor dengan kecepatan tinggi kearah Asrama Arhanudse 11/BS. Apes menimpa Bambang Suriantoro, karena terlalu kencang mengendarai sepeda motor, akibatnya tidak terkendali. Saat hendak mengelakkan tong Arhanudse 11/BS, tiba tiba Bambang Suriantoro menabrak Trotoar hingga terjatuh terhempas keaspal dan berhenti karena menabrak tiang portal dengan posisi telentang dan dari bagian depan mengeluarkan darah. Melihat kejadian tersebut, Piket Penjagaan Provoost Arhanudse 11/BS langsung mendatangi Bambang Suriantoro yang terjatuh dan bersimbah darah, dan Provoost Arhanudse 11/BS mengamankannya agar tidak dilakukan Penganiayaan Oleh Masyarakat yang terlanjur geram. Tak berselang lama, Kapolsek Binjai Timur Bersama Anggota mendatangi TKP serta memboyong Bambang Suriantoro ke ruang IGD RS Djoelham guna di lakukan tindakan medis. Sayang, nyawa Bambang Suriantoro tidak terselamatkan. Dirinya di nyatakan meninggal dunia saat di lalukan tindakan medis. Bambang Suriantoro mengalami luka di Kepala pada bagian depan dan belakang, luka gores pada lengan sebelah Kanan, luka lecet pada bibir sebelah kanan dibawah hidung, luka lecet pada bagian kaki sebelah Kanan, serta luka memar pada kening sebelah Kanan.(BS08)