Beritasumut.com-Bayi kembar siam yang mengalami perlengketan di bagian dada dan perut akan segera dilakukan operasi pemisahan di RSUP Haji Adam Malik Medan. Sebelumnya, bayi kembari siam ini masuk ke rumah sakit 24 Maret 2017. Saat pertama kali masuk, bayi F memiliki panjang 45 cm, lingkar kepala 31 cm dan S panjang 44 cm, lingkar kepala 30 cm serta berat lahir keduanya 4.200 gram. Sebelum melakukan operasi, Tim Medis RSUP H Adam Malik masih membutuhkan observasi dan pemeriksaan penunjang lainnya sekitar satu bulan, terkait kesiapan kondisi kedua bayi perempuan inisial F dan S asal Asahan tersebut."Hasil rapat untuk bayi kembar siam, tim dokter masih membutuhkan waktu satu bulan lagi untuk melakukan observasi sebelum diambil tindakan operasi pemisahan," kata Kasubag Humas RSUP Haji Adam Malik, Masahadat Ginting kepada wartawan, Kamis (20/07/2017). Masahadat menjelaskan, persiapan yang dilakukan oleh tim medis dalam obeservasi tersebut, salah satunya termasuk menunggu kematangan jaringan kulit dari kedua bayi kembar malang itu."Kita khawatir, bila belum matang, maka nantinya akan terjadi luka di jaringan kulit jika dilakukan operasi," ujarnya. Selain itu, Masahadat juga menyebutkan, dari hasil evaluasi dan pemeriksaan lengkap yang dilakukan, dapat disimpulkan hati bayi kembar siam yang menyatu kemungkinan dapat dipisahkan. Karenanya, pemisahan sudah bisa direncanakan untuk dilakukan pada Agustus atau September mendatang. "Kita simpulkan hati bayi dapat dilakukan operasi pemisahan. Intinya rumah sakit harus memisahkan dua hati bayi kembar siam ini. Jadi untuk sementara, bayi itu ditempatkan di ruang VIP rumah sakit dalam kondisi sehat," pungkasnya.(BS07)