Beritasumut.com-Sepasang suami-istri Freddy Halomoan Sitorus alias Edi (54) dan Yuliana alias Ana warga PT Sennah Pondok Bawah, Kecamatan Bilah Hilir, membuat heboh warga Labuhanbatu.Berdalih bisa melakukan pengobatan gaib, mendatangkan rejeki serta jodoh, keduanya berhasil mencabuli 8 wanita. Gilanya, baik Edi maupun Ana sama-sama melakukan pencabulan terhadap para pasiennya. Jika melihat dari tampilannya, tak ada yang istimewa dari sosok Edi. Kaki Edi yang sebelah kanan puntung hingga lutut, sehingga harus memakai tongkat bila berjalan. Namun seperti terhipnotis, para korbannya berhasil diperdaya. Korban Edi dan Ana ada yang masih berstatus sebagai anak sekolah, ibu rumah tangga, bahkan ada yang menantu dan mertua sekaligus. Kapolsek Panai Tengah AKP Mhd Basyir melalui Kanit Reskrim Polsek Panai Tengah, Ipda K Butar-butar mengungkapkan, aksi dukun cabul ini terungkap setelah para korbannya membuat laporan ke Polsek Panai Tengah. Usaha Edi dan Ana untuk melarikan diri gagal, setelah polisi berhasil mengamankan keduanya di boat penyeberangan, tangkahan Desa Si Jawi-jawi, Senin (17/7/2017) kemarin. “Sebelum sang dukun menjalankan aksi bejatnya, terlebih dahulu sang istri menggauli korbannya dengan hubungan sejenis (lesbian), setelah puas lalu sang suami beraksi.Sebenarnya para korban bukan cuma di Labuhanbatu saja, sebelumnya pelaku dan istrinya juga beraksi di Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), tapi korbannya tak melapor ke polisi,” ujar ujar Ipda K Butar-butar. Adapun para korbannya masing-masing berinisial Wt (28), Id (46) dan menantunya Jl (26). Kemudian, Ll (15)-siswi SMA, Ind (36), dan Nrd (15)-siswi SMA. Lalu, Gn (36) dan Ln (24). "Seluruh korban merupakan warga Panai Hulu.Sedangkan pencabulan tersebut dilakukan di tempat praktik sang dukun cabul di Dusun Sei Pinang, Kecamatan Panai Hulu, Labuhanbatu," jelas Ipda K Butar-butar. Untuk saat ini, lanjut Ipda K Butar-butar, kedua pelaku telah dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Labuhanbatu.“Untuk proses hukum lebih lanjut telah kita limpahkan ke Unit PPA Sat Reskrim Polres Labuhanbatu,” terangnya. Sementara itu, salah seorang korban yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan, awalnya dirinya percaya dengan keahlian PHS yang bisa menyembuhkan penyakit. “Ya, benar itu bang. Katanya dukun yang mengenakan tongkat itu bisa menyembuhkan penyakit, mengusir roh jahat dari tubuh kami. Terus bisa mempermudah ketemu jodoh, eh…gak tahunya dukun cabul,” ujar salah seorang korban. Saat mencabuli para korbannya, kata korban lagi, istri dukun palsu itu, Yln ikut membantu dan menyaksikan suaminya saat berhubungan suami istri dengan para wanita korbannya. “Ceritanya lucu bang, dia dibantu istrinya untuk mencabuli perempuan,” pungkasnya menambahkan. (BS04)