Beritasumut.com-Pengurus Karang Taruna Kota Medan melakukan studi komparatif ke Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Pengurus berangkat Senin (17/07/2017), dan rencananya berada di Lombok selama empat hari. Ketua Karang Taruna Medan M Akhiruddin Nasution, sebelum berangkat melalui Bandara Kuala Namu mengatakan, pengurus yang berangkat berjumlah lima orang didampingi sejumlah staf Dinas Sosial Kota Medan. Akhiruddin menyebutkan, selain dirinya, pengurus lain yang ikut dalam kegiatan studi tersebut adalah Wakil Ketua Fahrur Razi, Wakil Bendahara Yudha P Setiawan, Sekretaris Suhardi Arbie, serta Ketua Bidang Usaha Ekonomi Produktif dan Koperasi Eko Hendra. “Studi komparatif ini untuk melihat sejumlah keberhasilan dari program yang dijalankan pengurus Karang Taruna Kabupaten Lombok Utara. Nantinya program mereka yang telah berhasil tersebut, akan kami pelajari dan diupayakan untuk diterapkan di sini,” kata Akhiruddin. Salah satu objek yang akan mereka tinjau adalah lahan agrowisata yang dikelola pengurus Karang Taruna daerah tersebut. “Pemerintah Kabupaten Lombok Utara mempercayakan pengurus Karang Taruna di sana untuk mengelola lahan agrowisata seluas 15 hektare. Kami ingin melihat itu, karena kami juga punya rencana mengelola areal pertanian dan perikanan, yang lahannya dipinjamkan pihak swasta dengan luas sekitar dua hektare,” ujarnya. Selain objek tadi, tentu akan ada lagi objek lainnya yang akan mereka tinjau kemudian dipelajari cara pengelolaannya. Seperti usaha-usaha ekonomi kreatif yang dibina oleh pengurus Karang Taruna setempat. “Di periode ini, kami ingin menggalakkan kegiatan usaha oleh warga-warga binaan Karang Taruna. Tantu untuk itu, kami harus banyak melihat dan belajar keberhasilan yang telah dilakukan pihak lain,” kata Agil, sapaan akrab Akhiruddin. Sementara Kepala Dinas Sosial Kota Medan Endar Sutan Lubis berharap apa yang dilihat dan dipelajari nanti bisa benar-benar diterapkan, demi menggalakkan program pembinaan yang dilakukan Karang Taruna Medan. “Pengurus Karang Taruna Medan yang sekarang harus lebih aktif dan giat lagi menjalankan program-programnya, terutama program pembinaan usaha ekonomi. Jadi tidak terkesan hanya kegiatan seremonial namun hasilnya tidak nyata,” katanya.(rel)