Beritasumut.com-Ardi Kristopan Harianja, bocah berusia 11 bulan warga Jalan Garu III, Gang Cendana, Medan Amplas, mengalami kebutaan pada mata sebelah kiri serta kebusukan di pergelangan kaki kirinya. Menurut orangtua Harianja, Hardiawan mengungkapkan, awalnya anak semata wayangnya ini menderita demam dan gatal-gatal.Selanjutnya, oleh dirinya, Hardiawan membawa anaknya berobat ke RS Estomihi, Jumat (16/06/2017)."Namun belum sempat dirawat, saya disuruh membawa anak saya ke RS Pirngadi. Sebab katanya, dokter dan alatnya lebih lengkap," ujarnya kepada wartawan, Jumat (14/07/2017). Lalu, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi, Ardi oleh tim medis langsung dimasukkan ke ruang ICU. Saat diruangan tersebut, Hardiawan mengaku melihat seorang perawat mengusapkan kain kasa ke mata sebelah kiri anaknya dengan alasan ada kotoran mata, sekaligus kaki kirinya di impus dengan alasan yang tidak diketahuinya. Keesokan harinya, Hardiawan merasa kaget karena melihat bola mata hitam kiri anaknya sudah tidak ada lagi. Begitu pula, sebut dia, kaki kiri anaknya mulai terlihat membusuk."Selama tiga hari anak saya dirawat di ICU. Setelah itu dipindahkan ke ruang rawat inap ekonomi selama tiga hari pula lalu dipulangkan," jelasnya. Guna mendapatkan perobatan lebih lanjut, Hardiawan pun selanjutnya mengurus kepesertaan BPJS Kesehatan untuk anaknya. Sehingga, untuk perobatan, sebagai tahap awal, Ardi pun terlebih dahulu diobati di Puskesmas. Oleh pihak Puskesmas, sambung Hardiawan, anaknya pun di rujuk kembali ke RSUD dr Pirngadi, Jumat (14/07/2017). Tapi ketika di IGD ia mengaku merasa kecewa. Sebab menurut dia, pihak medis rumah sakit milik Pemko Medan ini tidak ada mengambil tindakan sesuai yang diharapkannya, sehingga dirinya protes ke pihak manajement rumah sakit."Anak saya nggak ada dipegang karena pasien BPJS. Kalau dulu itu dipegang karena pasien umum," keluhnya. Sementara itu, Kassubag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Edison Peranginangin mengatakan, bahwasanya pasien sudah dilayani sesuai prosedural. Namun pelayanan yang diberikan, ialah perobatan untuk rawat jalan. Terkait soal kebutaan dan kaki busuk pasien, Edison menyatakan, pihaknya akan segera melakukan audit medis. Hal itu, untuk mengetahui penyebab pasti dari kondisi yang telah dialami bayi tersebut."Saya sudah ketemu dengan ayah pasien. Ia menyatakan tidak mempersoalkan lagi kondisi yang dialami anaknya. Melainkan hanya ingin anaknya diberi perobatan," pungkasnya. (BS07)