Beritasumut.com-Potongan kepala babi hutan ditemukan tergeletak di depan Mushola Dusun Simpang Bambu, Desa Sunduton Tigo, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Kejadian ini memantik reaksi keras masyarakat, khususnya umat muslim. Dari informasi dihimpun menyebutkan, keberadaan kepala babi di mushala itu pertama kali ditemukan salah seorang warga sekitar yang juga imam mushala tersebut, Minggu (09/07/2017) kemarin.Penemuan itu kemudian dilaporkan ke aparat pemerintahan desa setempat dan diteruskan ke Polsek Natal. Selanjutnya, personel Polsek Natal datang ke lokasi dan mengamankan kepala babi tersebut untuk dilakukan proses penyelidikan. Kapolres Madina AKBP Martri Sonny melalui Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan saat dikonfirmasi, Senin (10/07/2017), membenarkan penemuan kepala babi hutan tersebut. Meski begitu, Nainggolan menyangkal jika penemuan kepala babi itu pada Minggu (09/07/2017) kemarin, melainkan Senin (03/07/2017) lalu. "Sudah seminggu lalu, hari Senin itu. Sekarang masih kita selidiki," kata Nainggolan menirukan ucapan Martri Sonny. Lebih lanjut dijelaskannya, sebenarnya di desa itu antara umat muslim dan non muslim hidup berdampingan secara harmonis. Maka dari itu, kuat dugaan dari polisi, yang melakukan itu adalah orang dari luar yang ingin mengadu domba antara umat muslim dengan umat Kristen. "Di desa itu, sebenarnya akur-akur saja. Di situ banyak muslim dan kristen. Yang beragama kristen mayoritas suku Nias. Kalau dilihat dari keharmonisan itu, kita curiga hal itu dilakukan orang luar untuk buat masalah. Polres juga sudah berkoordinasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat dan meminta agar tidak mudah percaya serta menyerahkan persoalan itu kepada pihak kepolisian," tuturnya lagi. Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah terprovokasi isu-isu yang menyesatkan. "Tadi Kapolres Madina juga mengimbau, agar masyarakat supaya tetap tenang dan jangan mudah terprovokasi," imbaunya. Sementara itu, sejumlah warga sekitar meminta aparat kepolisian untuk serius mengungkap pelaku yang membuang kepala babi di tempat ibadah. Karena mereka menganggap pelaku adalah salah satu provokator."Kesenonohan kepada agama Islam merupakan nyawa bagi kaum muslim di sini, jangan sampai masyarakat geram dan melakukan anarkis terhadap pelaku yang mencoreng atau mengadu domba antar agama," kata warga yang enggan disebutkan namanya. (BS04)