Beritasumut.com-Antri saat check in dan delay merupakan permasalahan yang sering dihadapi penumpang di Bandara, khususnya saat puncak arus penumpang (peack season). Seperti saat arus mudik maupun arus balik Idul Fitri 1438 Hijriah di Bandara Kualanamu. Meski bertaraf internasional, permasalahan antrian panjang saat check in dan delay masih menjadi keluhan para penumpang. Bahkan tak jarang penumpang merasa tidak puas bahkan melakukan aksi protes sebagai bentuk kekecewaan. Kepala Seksi (Kasi) Keamanan Darurat Penerbangan Otoritas Bandara (Otban) Wilayah II Medan, Dede Sutarman mengakui hingga kini persoalan antri saat check in dan penundaan jadwal penerbangan (delay) masih ada. Namun permasalahan ini tidak fatal. "Tidak ada persoalan yang fatal apalagi saat ini libur panjang lebaran," katanya kepada wartawan, Senin (3/07/2017). Dia berharap agar pihak maskapai segera memberikan kompensasi kepada para penumpang jika terjadi delay. "Rata-rata maskapai di Bandara Kualanamu sudah pernah diprotes penumpang, namun saya tidak berani menjelaskan maskapai mana yang paling sering diprotes karena saya belum ada datanya," jelasnya. Sementara terkait libur panjang Idul Fitri 1438 Hijriah, dia menjelaskan bahwa masyarakat masih antusias menggunakan moda transportasi udara. Hal ini dibuktikan meningkatnya jumlah penumpang. "Untuk Bandara yang ada di bawah naungan Otban Wilayah II Medan seperti Aceh, Sumut, Kepulauan Riau, Riau dan Pangkal Pinang mengalami peningkatan jumlah penumpang sekitat 37,7 persen. Sedangkan saat lebaran terjadi kenaikan sekitar 12 persen," terang Dede Sutarman. (BS05)