Beritasumut.com-Jumlah pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan mengalami penurunan drastis selama libur lebaran Idul Fitri 1438 H. Hal tersebut ditegaskan Kassubag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Edison Peranginangin. Penurunan yang terjadi, katanya, persentasenya bahkan mencapai hingga lebih dari 50%. "Selama libur, kita tetap melayani pasien yang melakukan rawat inap. Namun jumlahnya, memang tidak sebanyak seperti biasanya," ungkapnya kepada wartawan, Jumat (30/06/2017). Edison memaparkan, di waktu normal, jumlah pasien rawat inap di rumah sakit milik Pemko Medan ini, rata-rata berkisar antara 200 sampai 300 pasien perhari. Sementara, pada H+1 Idul Fitri hanya sebanyak 117 pasien, H+2 113 pasien, H+3 124 pasien, H+4 119 pasien, dan H+5 sekitar 128 pasien."Paling banyak berada di ruang rawat kelas III, yakni berupa pasien penyakit dalam," jelasnya. Edison mengaku, penurunan ini umumnya terjadi dikarenakan banyak pasien yang meminta pulang supaya dapat merayakan lebaran bersama keluarga di rumah. Oleh dokter, bagi pasien yang memang sudah cukup layak untuk dipulangkan maka diberi izin."Tapi bagi pasien yang perlu mendapatkan penanganan yang lebih serius, tetap harus dirawat dirumah sakit," terangnya. Sementara itu, Mariana salah seorang keluarga pasien di ruang Lelas III lantai II sempat terlihat bersitegang dengan perawat karena merasa tidak dilayani dengan baik. Ia merasa kesal karena suaminya Sarimo tidak kunjung diberikan transfusi darah atas penyakit ginjal kronis yang diderita suaminya, supaya bisa melakukan cuci darah. "Kami pasien tetap di sini sejak 1 tahun lalu. Tadi saya sudah lapor ke ruang HD sejak 11.30 WIB, tapi suami saya tidak dibawa juga sampai pukul 15.00 WIB ini," ujarnya kesal. Namun menyikapi pernyataan Mariana itu, seorang perawat yang enggan menyebutkan namanya, menjelaskan kalau sebenarnya jadwal cuci darah Sarimo adalah Sabtu (01/07/2017) besok. Namun, karena ingin pulang, Sarimo meminta agar jadwal cuci darah dilakukan Jumat (30/06/2017). "Tapi ternyata HB-nya rendah. Jadi harus ada stok darah 2 kantong dulu, baru kita lakukan cuci darah, dan kita harus menunggu dari PMI. Jadi bukan karena tidak dilayani, tapi memang pasien yang ingin pulang," pungkasnya. (BS07)