Selama Lebaran, Pasien RSUD Dr Pirngadi Medan Turun Drastis

- Sabtu, 01 Juli 2017 00:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir062017/7703_Selama-Lebaran--Pasien-RS-Pirngadi-Turun-Drastis.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Jumlah pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan mengalami penurunan drastis selama libur lebaran Idul Fitri 1438 H. Hal tersebut ditegaskan Kassubag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Edison Peranginangin. Penurunan yang terjadi, katanya, persentasenya bahkan mencapai hingga lebih dari 50%.

 

"Selama libur, kita tetap melayani pasien yang melakukan rawat inap. Namun jumlahnya, memang tidak sebanyak seperti biasanya," ungkapnya kepada wartawan, Jumat (30/06/2017).

 

Edison memaparkan, di waktu normal, jumlah pasien rawat inap di rumah sakit milik Pemko Medan ini, rata-rata berkisar antara 200 sampai 300 pasien perhari. Sementara, pada H+1 Idul Fitri hanya sebanyak 117 pasien, H+2 113 pasien, H+3 124 pasien, H+4 119 pasien, dan H+5 sekitar 128 pasien."Paling banyak berada di ruang rawat kelas III, yakni berupa pasien penyakit dalam," jelasnya.

 

Edison mengaku, penurunan ini umumnya terjadi dikarenakan banyak pasien yang meminta pulang supaya dapat merayakan lebaran bersama keluarga di rumah. Oleh dokter, bagi pasien yang memang sudah cukup layak untuk dipulangkan maka diberi izin."Tapi bagi pasien yang perlu mendapatkan penanganan yang lebih serius, tetap harus dirawat dirumah sakit," terangnya.

 

Sementara itu, Mariana salah seorang keluarga pasien di ruang Lelas III lantai II sempat terlihat bersitegang dengan perawat karena merasa tidak dilayani dengan baik. Ia merasa kesal karena suaminya Sarimo tidak kunjung diberikan transfusi darah atas penyakit ginjal kronis yang diderita suaminya, supaya bisa melakukan cuci darah.

 

"Kami pasien tetap di sini sejak 1 tahun lalu. Tadi saya sudah lapor ke ruang HD sejak 11.30 WIB, tapi suami saya tidak dibawa juga sampai pukul 15.00 WIB ini," ujarnya kesal.

 

Namun menyikapi pernyataan Mariana itu, seorang perawat yang enggan menyebutkan namanya, menjelaskan kalau sebenarnya jadwal cuci darah Sarimo adalah Sabtu (01/07/2017) besok. Namun, karena ingin pulang, Sarimo meminta agar jadwal cuci darah dilakukan Jumat (30/06/2017).

 

"Tapi ternyata HB-nya rendah. Jadi harus ada stok darah 2 kantong dulu, baru kita lakukan cuci darah, dan kita harus menunggu dari PMI. Jadi bukan karena tidak dilayani, tapi memang pasien yang ingin pulang," pungkasnya. (BS07)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Arus Balik Lebaran, Pertamina Sumbagut Bersama Staf Khusus Menteri ESDM Pastikan Kesiapan Layanan Energi

Peristiwa

Pertamina Sumbagut Berikan Layanan Porter Gratis bagi Pemudik di Bandara Kualanamu

Peristiwa

Pegadaian Kanwil 1 Medan Lepas 250 Pemudik Lebaran

Peristiwa

Pertamina Sumbagut Berbagi Semangat Lebaran Melalui Program SEBARAN 5.0

Peristiwa

Apresiasi Pengelolaan Arus Mudik-Balik Lebaran, Menko AHY: Ini Kontribusi dari Semua Pihak

Peristiwa

Halal Bihalal Polda Sumut Pererat Hubungan Antar Personel