Beritasumut.com-Kelompok Cipayung Plus Sumatera Utara (Sumut) yang terdiri dari HMI, PMII, GMNI, KAMMI, dan GMKI mengecam keras aksi teror yang terjadi di Mapolda Sumut pada Minggu (25/06/2017) dini hari.“Kami sangat mengecam keras aksi terorisme yang terjadi di Mapolda Sumut yang menewaskan satu orang anggota Polri,” ujar Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) HMI Sumut, Septian Fujiansyah Chaniago dilansir dari laman resmi tribratanews.sumut.polri.go.id. Septian menuturkan bahwa ada kelompok tertentu yang menginginkan terjadinya perpecahan bangsa ini, dan perpecahan tersebut sangat potensial jika dipicu dari Sumut, mengingat Sumut merupakan provinsi dengan masyarakat yang majemuk. “Kami berkeyakinan penuh aksi-aksi teror seperti itu tidak akan dapat mempengaruhi apalagi menggoyahkan bangunan kemajemukan masyarakat Sumatera utara. Karena hari ini masyarakat Sumut sudah semakin cerdas sehingga tidak akan gampang untuk terprovokasi. Kami tetap menghimbau kepada seluruh masyarakat Sumut untuk tetap tenang dan menyerahkan sekaligus mempercayakan permasalahan ini kepada pihak Polda Sumut,” ungkapnya. Sementara Korda GMNI Sumut, Charles Munthe mengatakan bahwa Sumut merupakan salah satu Provinsi yang majemuk dan memiliki jiwa toleransi yang tinggi dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Sebagai provinsi yang majemuk tentu kondusifitas menjadi penting menjadi perhatian bagi seluruh pihak. Mendengar adanya tindakan teror yang terjadi di Markas Polda Sumatera Utara pada pukul 03.00 WIB oleh beberapa orang tidak bertanggungjawab, mengecam dan mengutuk tindakan teror tersebut. “Di hari suci dan di hari kemenangan ini, seharusnya kita mendengar berita dan kabar bahagia dan suka cita,sebab seluruh saudara-saudara Muslim sedang merayakan hari kemenangan itu. Akan tetapi, ini berita buruk yang kita dengar. Kejadiannya di Mapoldasu pula. Seharusnya kita berterimakasih kepada pihak kepolisian untuk menyambut hari lebaran, kepolisian telah mempersiapkan diri untuk mengatur lalu litas dan memastikan keamanan perjalanan masyarakat yang hendak mudik. Ini malah diteror dan mengakibatkan korban jiwa,” katanya Hal yang senada juga dikatakan oleh Korcab PMII Sumut, Bobby Niedal Dalimunthe meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan senantiasa waspada dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dan menjungjung toleransi dalam bermasyarakat.“Kami meminta pihak kepolisian untuk segera mengungkap modus penyerangan yg terjadi di Mapoldasu, agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat,” jelasnya. Begitu juga Korda GMKI Sumut, Swangro Lumbanbatu dan Ketua PW KAMMI Sumut, Supandi menegaskan agar kasus teror yang terjadi di Sumut ini segera diselesaikan. Agar situasi Kamtibmas di Sumut tetap aman dan kondusif.“Di samping itu kelompok Cipayung Plus Sumut juga memberi dukungan kepada Kapolda Sumut, Irjen Rycko Amelza Dahniel untuk mengusut tuntas aksi teror tersebut," pungkasnya. (BS04)