Beritasumut.com-Aksi teror di Kota Medan mendapat perhatian khusus. Pasca terjadinya serangan dua pelaku yang diduga anggota kelompok teroris ISIS di Mapolda Sumut, Minggu (25/06/2017) sekitar pukul 03.00 Wib yang mengakibatkan satu anggota kepolisian yang Aiptu Martua Sigalingging tewas, polisi langsung melakukan pengembangangan kasus. Hasilnya, polisi berhasil menyita sejumlah buku dan plat hasil percetakan berlogo ISIS di sebuah percetakan di Jalan Sisinga-mangaraja, Medan.Setelah menggeledah rumah salah seorang pelaku di Jalan Pelajar Timur, Medan, petugas langsung melakukan pengembangan ke sebuah percetakan yang berada di Jalan Sisingamangaraja. Setibanya petugas di lokasi, percetakan tersebut dalam keadaan tertutup. Dengan terpaksa polisi pun mendobrak pintu masuk percetakan tersebut.Dari sini petugas mengamankan sejumlah buku yang diduga berlogo ISIS dan sejumlah plat yang digunakan untuk cetak buku dimaksud. Polisi sempat mencari pemilik percetakan yang disebut-sebut dengan inisial UL, namun tidak berada di lokasi percetakan buku berlogo ISIS itu. Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting mengatakan, penggeledahan itu dilakukan berawal dari ditemukannya sejumlah buku yang diamankan dari kediaman pelaku.“Dari rumah pelaku, petugas melakukan pengembangan, hingga dilakukan penggeledahan sebuah percetakan diduga didalamnya mencetak buku-buku yang depannya bersampul logo ISIS,” terangnya dilansir dari laman resmi dari laman resmi tribratanews.com, Minggu (25/06/2017). Masih kata Rina, pihaknya masih terus melakukan pengembangan. “Sampai saat ini pelakunya masih dua orang. Lainnya istri pelaku dan anak-anaknya masih saksi-saksi dan diperiksa di Mako Brimob,” jelasnya. Di lokasi toko percetakan itu menjadi tontonan warga sekitar dan orang yang ingin tahu kejadian yang terjadi. Petugas dengan senjata laras panjang pun melakukan penjagaan di toko percetakan tersebut.(BS04)