Beritasumut.com-Hujan deras disertai cuaca ekstrim pada hari Sabtu (17/06/2017) sekitar pukul 05.20 WIT di Kota Ternate, Maluku Utara mengakibatkan luapan air pada saluran saluran sekunder, primer dan meluapnya sungai di Kelurahan Kalumata, Tabona, Taduma dan Togolobe. Banjir dan longsor tersebut terjadi di sejumlah Kelurahan dan Kecamatan di Kota Ternate, di antaranya Kecamatan Kota Ternate Selatan, Kelurahan Kalumata, Kecamatan Pulau Hiri, Kelurahan Togolobe, Kecamatan Pulau, Kelurahan Moti, Kelurahan Takofi, Kecamatan Kota Ternate Selatan, Kelurahan Tabona. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun puluhan rumah rusak dan sejumlah lainnya rusak berat. Rumah rusak berat antara lain di Keluraha Tabona, Kelurahan Taduma dan Keluraha Togolobe. Terbanyak di Kelurahan Taboni yang menyebabkan 25 unit rumah rusak ringan terkena banjir. Pascabanjir dan longsor, Tim TRC BPBD Kota Ternate bersama Dinas PUPR Kota Ternate dan TNI–Kodim 1501 Ternate langsung meninjau lokasi kejadian Kelurahan Takofi bersama pihak Kelurahan setempat melakukan identifikasi kerusakan serta menginventarisir dampak kerugian yang ditimbulkan dari bencana banjir dan longsor tersebut. Sementara korban terkena banjir berinisiatif untuk mengungsi ke rumah keluarga. "Selanjutnya, tim akan melaksanakan rencana operasi yakni melakukan relokasi warga yang berada di kawasan rawan bencana longsor disertai larangan membangun di Kawasan yang berpotensi ancaman tersebut, Kaji ulang probabilitas ancamannya dan segera melakukan analisa resiko, pengerukan sendimen banjir dan menormalisasi alur sungai melalui irigasi struktural, rehabilitasi dan rekontruksi talud yang rusak akibat banjir," ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.(rel)