Beritasumut.com-Pemerintah Kota Medan melalui Perusahaan Daerah (PD) Pasar mengaku sengaja merubuhkan bangunan bekas Pasar Aksara, Kamis (01/06/2017). Alasan PD Pasar merubuhkan bangunan tersebut, mengingat kondisi bangunan kian darurat, paska pihak pengelola melakukan hal serupa. "Jadi memang kondisinya sudah fost major (darurat), makanya kami rubuhkan," kata Direktur Utama PD Pasar Kota Medan Rusdi Sinuraya saat dikonfirmasi. Ia menjelaskan bangunan yang dirubuhkan itu merupakan aset Pemko Medan. Artinya bukan di lahan milik pengelola, yakni PT Aksara Jaya Indah (AJI). "Nah, yang sebelahnya tempo hari itukan bangunan PT AJI. Karena dirubuhkan mereka waktu itu, berpengaruh ke bangunan kita. Kemudian banyak pula dicuri bahan material (besi-besi) di sana oleh oknum tak dikenal. Alhasil sudah miringlah bangunan tersebut, makanya kami putuskan agar dirubuhkan saja," paparnya. PD Pasar tidak dibantu personel dari Satpol PP, kecamatan maupun kepolisian untuk merubuhkan bangunan tersebut. "Anggota kami saja yang bekerja. Kami berpikir sudah rawan bila dibiarkan. Bisa runtuh dan membahayakan orang lain. Kemungkinan dalam satu bulan ini sudah bersih puing-puingnya di sana," ucapnya. Lantas gedung eks Pasar Aksara tersebut selanjutnya mau dijadikan apa? Sebab masyarakat dan pedagang tambah gelisah dengan perubuhan bangunan tersebut, sementara lokasi penampungan tak kunjung dibangun sudah hampir setahun? Rusdi tak bisa memberi jawaban konkrit. "Itu kewenangannya Pemko mau buat apa. Kita dalam hal ini ingin menyelamatkan dululah, daripada makan korban akibat bangunan tersebut runtuh. Juga untuk menghindari aksi pencurian tempo hari," katanya. Kepala Bappeda Pemko Medan, Wiriya Alrahman mengaku sudah mengetahui kabar perubuhan bangunan eks Pasar Aksara tersebut. "Ada yang memberi tahu memang saya soal itu. Dan memang paskaterbakar tahun lalu, kondisi bangunan pasti mengganggu struktur," katanya. Oleh karenanya, kata dia, jauh-jauh hari Pemko Medan sudah minta agar pedagang tidak berjualan disekitar bangunan sebab bisa membahayakan keselamatan mereka. "Resikonya kan seperti itu. Dan hasil uji lab menyatakan (bangunan) tersebut tidak kuat. Harusnya ini dimengerti pedagang," katanya seraya membantah perubuhan tersebut dikarenakan mau ada pelebaran jalan, akibat proyek Fly Over Aksara. "Oh tidak. Malahan kalau itu saya belum tahu," pungkas Wiriya.(BS07)