Beritasumut.com-Diduga menjadi sarang narkoba, lokasi hiburan malam Karaoke Jet Plane di Hotel Danau Toba, Jalan Imam Bonjol, Medan, belum juga digerebek oleh pihak kepolisian, baik dari Polda Sumut, Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumut maupun Polrestabes Medan. Menanggapi hal itu, pengamat Hukum dari Pusat Studi Hukum dan Pembaruan Peradilan (Puspha) Sumut, Muslim Muis, menyayangkan sikap Polda Sumut dan Polrestabes Medan yang tidak berani melakukan penggerebekan di Karaoke Jet Plane."Aneh juga kenapa mereka tidak berani menggerebek Jet Plane. Katanya ingin memberantas narkoba. Nah, sudah ada laporan dari masyarakat adanya peredaran narkoba malah ciut dan tak berani melakukan razia," ujarnya kepada wartawan, Selasa (23/05/2017). Muslim menuturkan, seharusnya setiap tempat hiburan malam yang terindikasi adanya peredaran narkoba harus secepatnya ditindaklanjuti dan digerebek. "Di sini peran Kapolda Sumut dipertanyakan. Mengapa tempat hiburan malam seperti Jet Plane yang diduga menjual narkoba tidak pernah digerebek?" tuturnya. Kalau memang ada oknum Polri yang membekingi, lanjut Muslim, seharusnya Kapolda Sumut harus menindaktegas dan memecat oknum polisi yang bermain-main dengan sindikat peredaran narkoba."Kalau memang terbukti oknum polisi yang membekingi peredaran narkoba di dalam diskotik harus ditindaktegas dan dipecat dari tugasnya," jelasnya. Diketahui, Karaoke Jet Plane selama ini diduga secara terang-terangan menjual narkoba jenis ekstasi melalui pekerjanya kepada setiap pengunjung yang hendak dugem.Setiap pengunjung bisa mendapatkan barang haram tersebut yang dijual bebas dengan harga bervariasi mulai dari Rp150 ribu hingga Rp250 ribu per butir.(BS04)