Beritasumut.com-Kapolri Jend Tito Karnavian menegaskan kondisi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia saat ini sedang diuji. Oleh karenanya Kapolri merasa berkepentingan menghadiri Seminar Nasional Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang merupakan rangkaian dari Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) IMM di Asrama Haji Medan, Jalan AH Nasution, Rabu (17/05/2017). Hadir dalam acara ini, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi, Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Ketua Umum DPP IMM Taufan Putra Korompot, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumut Prof Hasyimsyah Nasution, Ketua IMM Sumut Budi Setiawan dan unsur FKPD lainnya serta undangan. Dalam kesempatan itu, Tito menyebutkan bahwa salah satu aspek utama perpecahan bangsa adalah aspek ekonomi atau aspek internal. Persoalan kesenjangan menurutnya acap kali membuat persatuan bangsa terpecah. Oleh karenanya lanjut Tito, perlu adanya peran serta pemerintah dan masyarakat agar kelas menengah lebih besar dibandingkan masyarakat kelas bawah. Karena akar masalah utama adalah persoalan pemerataan pembangunan. "Bangsa yang kuat adalah bangsa yang kelas menengahnya kuat. Kita belum mampu karena masih didominasi dengan kelas bawah. Ini bukan hal yang mudah oleh karenanya saat pemerintah kita sedang bekerja mengangkat kelas bawah menjadi masyarakat kelas menengah," ujar Tito. Sedangkan faktor eksternal adalah politik internasional dimana dalam teori berupa anarki atau tidak beraturan. Di dalam politik luar negeri berlaku hukum rimba. "Oleh karenanya dibutuhkan keseimbangan kekuatan," pungkasnya menambahkan. (BS03)