Pesan Waisak, Umat Buddha Agar Tingkatkan Tri Kerukunan Beragama

- Kamis, 11 Mei 2017 13:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir052017/7305_Pesan-Waisak--Umat-Buddha-Agar-Tingkatkan-Tri-Kerukunan-Beragama.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Umat Buddha diajak untuk terus meningkatkan tri kerukunan beragama. Maksudnya, kerukunan intern umat Buddha, antar umat Buddha dengan umat beragama lainnya, serta kerukunan umat Buddha dengan pemerintah.

 

"Dalam menyambut detik-detik Waisak, mari menjaga kebhinekaan yang merupakan realitas bangsa yang tidak dapat dipungkiri," ujar Ketua Umum Sangha Agung Indonesia YM. Khemacaro Mahathera pada perayaan Waisak di Candi Sewu, Klaten, Kamis (11/05/2017). 

 

Menurutnya, kebhinekaan suku, ras, budaya, bahasa, dan agama adalah bukti nyata kekayaan bangsa Indonesia yang dipersatukan oleh ideologi bangsa, yaitu Pancasila. Meskipun berbeda-beda suku, ras, budaya, bahasa, dan agama, tetapi kita tetap satu, yaitu bangsa Indonesia yang mengharapkan kemerdekaan, kesejahteraan, kedamaian, dan keadilan.

 

Pemahaman ini, kata YM Khemacaro Mahathera, merupakan cerminan transformasi diri karena pengetahuan Dharma yang hanya memiliki saturasa, yaitu kebebasan Maka. Hal itu akan mendorong terciptanya kehidupan yang merdeka, sejahtera, damai, dan adil.

 

"Kebhinekaan harus dimaknai melalui pemahaman multikulturalisme dengan berlandaskan pada kekuatan spiritualitas.Memahami kebhinekaan dalam kebersamaan adalah sikap awal menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Gagal dalam memahami kebhinekaan akan melahirkan diskriminasi, sektearianisme, radikalisme, terorisme, dan perpecahan di dalam NKRI," jelas Khemacaro dilansir dari laman resmi kemenag.go.id.

 

YM Khemacaro Mahathera mengajak umat Buddha untuk mulai kembali menciptakan kerukunan dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan beragama. Carannya, senantiasa memiliki perbuatan, ucapan, pikiran yang didasari cinta kasih, saling berbagi, tidak saling menyakiti, dan menghargai segala bentuk perbedaan.

 

Rangkaian Waisak di Candi Sewu diawali prosesi persembahan Amisapuja dan pentahbisan 8 orang menjadi bhikkhu. Selain itu, ada juga persembahan jubah oleh Sesditjen Caliadi dan DPP MBI kepada 8 orang yang akan ditahbis menjadi Bhikkhu di pelataran Candi Sewu.

 

Perayaan Waisak juga dikemas dengan Dharmasanti, Dhammatalk oleh YM. Sasana Bodhi, pementasan teater Roro Jonggrang oleh mahasiswa STIAB Smaratungga. Umat Buddha juga melaksanakan penghormatan tertinggi mengelilingi candi (pradhaksina). Sebagai puncak acara, umat Buddah melaksanakan meditasi detik-detik Waisak tepat pukul 04.42.29. (BS02)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Sambut Waisak, Umat Buddha Tebar Eco Enzyme di Sungai dan Danau di Sumatera Utara

Peristiwa

WALUBI Medan Hadiri Refleksi Akhir Tahun Bersama Majelis Agama-Agama, Perkuat Dialog Lintas Iman

Peristiwa

Wujudkan Pemenuhan Hak Perempuan dan Anak Pasca Perceraian, Pemko Binjai Bersama PA Kota Binjai Laksanakan Penandatanganan Kerjasama

Peristiwa

Walikota Binjai Terima Audiensi dari Kementerian Agama Binjai

Peristiwa

Menbud Fadli Zon Harapkan Warga Aceh Jaga Harmoni Budaya dan Agama

Peristiwa

MK Tegaskan Perkawinan di RI Harus Berdasarkan Agama atau Kepercayaan