Beritasumut.com-Polisi melakukan penggerebekan di Sekretariat Gerakan Mahasiswa Pro Demokrasi (Gemaprodem), di Jalan Rebab, Pasar 2, Padangbulan, Medan, Selasa (09/02/2017) dini hari tadi. Informasi dihimpun penggerebekan ini terkait bentrok bentrok antara kepolisian dan mahasiswa di depan kampus Universitas Sumatera Utara (USU) saat aksi demonstrasi Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2017 lalu. Sebelumnya, polisi juga menggerebek Sekretariat Formadas pascaaksi tersebut. Enam mahasiswa tersebut ialah Markus Napitupulu, Fajar Panjaitan, Josua Manalu, Ganda Hutagalung, Ricki Sipahutar, dan Kurnia Saragih yang kesemuanya mahasiswa USU. Salah seorang saksi mata Daud, mengatakan, sekitar 15 orang polisi berpakaian preman tiba-tiba masuk kesekretariat tersebut dan menyuruh semuanya untuk berjongkok. Saat itu di dalam Sekretariat terdapat 8 orang, dan 1 di antaranya adalah rekan mereka dari Pematangsiantar yang menumpang beristirahat. "Selanjutnya cekcok antara mahasiswa dan polisi terjadi. Salah seorang mahasiswa bernama Ganda Hutagalung yang mencoba menanyakan surat resmi, malah dipukul," ungkapnya. Lebih lanjut Daud mengatakan, penangkapan itu oleh kepolisian hanya berdasarkan foto yang dimiliki kepolisian saja. Tak hanya disitu, polisi juga melakukan penggeledahan dengan mengambil sebuah buku, daftar diskusi, dan sebuah kaos. "Polisi juga merekam dan memfoto semua berkas disetiap sudut ruangan. Selain itu menyita dan mengutak-atik seluler salah seorang mahasiswa," jelasnya. Usai menggeledah, sambung Daud, polisi lalu memborgol 6 orang mahasiswa dan langsung membawanya masuk kedalam mobil. "Saat ditanyakan, katanya dibawa ke Polrestabes," tandasnya.(BS04)