Beritasumut.com-Kepala BNPB Willem Rampangilei menilai penyebab bencana salah satunya disebabkan oleh laju degradasi lingkungan yang lebih cepat dari pemulihan. "Untuk itu, demi mengantisipasi bencana maka pencegahan dan penanggulangan bencana menjadi prioritas pembangunan nasional," ujarnya dalam Pembukaan Pekan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-4 dan Munas Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) di Balairung Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat, Senin (08/05/2017). “Jutaan penduduk Indonesia tinggal di daerah bencana. 150 juta penduduk di daerah rawan gempa, 64 jiwa di daerah rawan banjir, dan 41 juta di daerah rawan longsor dan sebagainya. Sementara itu kejadian bencana terus meningkat setiap tahun. Kapasitas penanggulangan bencana di pemda masih belum merata. Pencegahan menjadi lebih prioritas. Diharapkam IABI dapat meningkatkan jejaring iptek untuk penanggulangan bencana. Investasi pengurangan risiko bencana dapat menjadi penggerak ekonomi pembangunan.” ujar Willem di depan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla. Sementara itu, Rektor UI Muhammad Anis mengatakan Indonesia adalah laboratorium bencana yang menjadi tantangan bagi para pendidik, peneliti, praktisi. "UI menyambut baik sebagai tuan rumah. PB berkembang pesat karena multidimensi. UI telah menghasilkam beberapa inovasi makanan untuk darurat bencana," bebernya. Menurutnya, selama ini UI selalu menyelenggarakan simulasi dan pensisikan bencana. "Saat terjadi bencana, UI selalu mengirimkan relawan dan UI Peduli membantu masyarkat dan pemda dalam penanganan bencana. Diharapkan PIT dapat menghasilkan inovasi dan terobosan," harap Anis. Selama tiga hari (8–10 Mei 2017), para ahli nasional dan internasional di bidang kebencanaan akan saling berbagi pengalaman, sharing knowledge serta brainstorming secara komprehensif terkait kebencanaan dan mensinergikan sains, teknologi, dan inovasi terkait kebencanaan. Bertema 'Peran Masyarakat Bagi Pencapaian SDGs: Kontribusi Pemangku Kepentingan Untuk Penurunan Risiko Bencana', pertemuan ilmiah ini diharapkan mampu menghasilkan keluaran berupa tersusunnya Blue Print Riset Kebencanaan sebagai acuan dalam perencanaan dan penganggaran sesuai dengan kebutuhan penanggulangan bencana di Indonesia. (Rel)