Wapres Jusuf Kalla Imbau Masyarakat Indonesia Kembangkan Kultur Sadar Bencana

- Selasa, 09 Mei 2017 00:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir052017/7459_Wapres-Jusuf-Kalla-Imbau-Masyarakat-Indonesia-Kembangkan-Kultur-Sadar-Bencana.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Wapres Jusuf Kalla
Beritasumut.com-Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla mengimbau kepada masyarakat Indonesia agar terus meningkatkan kultur sadar bencana. Hal ini diungkapkannya dalam Pembukaan Pekan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-4 dan Munas Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) di Balairung Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat, Senin (08/05/2017).

 

“Meningkatnya bencana di Indonesia perlu diantisipasi dengan mengembangkan kultur sadar bencana untuk mengurangi risiko bencana. Bencana bersifat multidimensi sehingga semua ilmu harus memberikan solusi terhadap bencana. Selalu dinamis dan harus dapat dilakukan preventif,” ujar Jusuf Kalla.

 

“Saya sharing pengalaman. Sebab salama 17 tahun saya ikut serta dalam penanganan bencana. Sejak menjabat Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat yang merangkap Ketua Bakornas, kemudian menjadi Ketua PMI. Apalagi saya terjung langsung menangani tsunami Aceh yang demikian dahsyat, kemudian gempabumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Lalu gempa Sumatera Barat dan bencana lainnya. Kultur kebiasaan masyarakat di Simeulue sudah menjadi kultur masyarakat Indonesia saat ini. Begitu merasakan gempa besar langsung berlari ke bukit. Saat tsunami Aceh, kultur masyarakat Simeulue ini telah menyelamatkan warga sekitar. Hanya ada korban 10 jiwa, sedangkan di Aceh yang tidak memiliki kultur ini korbannya lebih dari 100 ribu jiwa,” tambah Jusuf Kalla.

 

Wapres juga menyampaikan, “Ternyata intensitas gempa tidak simetris dengan korban gempa. Kita lihat gempa 6,3 SR di Yogyakarta dan Jawa Tengah tahun 2006 menelan korban 5.700 jiwa meninggal, sedangkan gempa 7,6 SR di Sumatera Barat menyebabkan 1.700 orang meninggal dunia. Dampak gempa tergantung pada lokasi, waktu, dan kondisinya. Di Yogya penduduk lebih padat, rumah beratap genteng, kejadian pada subuh. Sedangkan gempa di Sumatera Barat terjadi pada sore hari dengan penduduk yang tidak sebanyak di Jawa," paparnya.

 

Menurutnya, ada 4 hal yang harus dijawab para peneliti, akademisi, praktisi dan lainnya adalah apa, dimana, kenapa dan bagaimana? Iptek harus mampu memprediksi secara tepat. "Untuk dapat mengatasi bencana maka ada 3 tahapan yaitu pertama tanggap darurat. Prioritas adalah penyelamatan korban. Kedua adalah rehabilitasi dan ketiga rekonstruksi. Saat pasca tsunami, pemerintah menetapkan tanggap darurat selama 3 bulan, kemudian rehabilitasi 3 bulan dan selanjutnya rekonstruksi selama 3 tahun," jelas Wapres.

 

Wapres juga meminta agar bencana makin meningkatkan kesadaran akademisi dan ilmuwan untuk mencari inovasi dan kreativitas sehingga korban bencana dapat dikurangi. "Hal yang sama juga kita lakukan saat penanganan gempa Yogyakarta. Cepatnya penanganan bencana ini menjadi contoh dunia. Bahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa memberikan penghargaan Global Champion for Disaster Risk Reduction kepada Pemerintah Indonesia,” pungkasnya. (Rel)


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

20.000 Peserta Fun Run 5K di Lapangan Merdeka Dilepas

Peristiwa

DPRD Deli Serdang Setujui Pemekaran Percut Sei Tuan dan Lima Ranperda

Peristiwa

Gubernur Bobby Bersama Wapres Pastikan Pemulihan Kesehatan Siswa yang Diduga Keracunan MBG di Karo

Peristiwa

Wapres RI Gibran Kunjungan Kerja ke Karo

Peristiwa

Gubernur Bobby Pastikan Penanganan Banjir di Jalan Letda Sujono Dimulai 2027

Peristiwa

Gubernur Bobby Nasution Dampingi Wapres Gibran Tinjau Huntap dan Infrastruktur di Tapteng