Beritasumut.com-Ada saja cara orang untuk mencari uang. Mulai dari mengaku-ngaku anggota aparat penegak hukum, hingga menakut-nakuti masyarakat. Seperti yang terjadi di Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (06/05/2017). Akibat ulahnya, Jamaluddin warga Mata Pao, Kabupaten Serdang Bedagai terpaksa berurusan dengan polisi. Jamaluddin yang mengaku dari LSM Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara RI (LPPN RI) ini terpaksa diamankan karena mengaku-ngaku salah seorang anggota tim KPK, Kejaksaan dan Polri untuk melakukan audit terhadap Kelompok Tani (Koptan) di Desa Sidodadi, Ramunia Kecamatan Beringin. Menurut keterangan Sugiantoro (53) warga Jalan Galang, Kelurahan Cemara, Kecamatan Lubuk Pakam, awalnya ayah tiga anak yang sudah tiga tahun menjadi Penyuluh Pertanian di Desa Sidodadi Ramunia Kecamatan Beringin mendapat telepon dari Koptan pada Jumat (05/05/2017) kalau ada dua oknum datang ke kelompok Tani (Koptan). Pertama sekali Jamaluddin mendatangi Ketua Koptan Banjarnegoro B, Sutiman. Dengan berpakaian safari lengkap dengan embel-embel pada bajunya, Jamaluddin pun mengaku salah seorang anggota tim audit dari pusat dan bertanya soal bantuan ke Koptan yang dipimpin Sutiman serta uang kas. Mendapat pertanyaan dari auditor gadungan itu, Sutiman menjawab jika uang kas ada dan sedang dipinjam anggota Koptan. Usai menginterogasi, Jamaluddin pun pamitan pulang dan minta uang, tapi Sutiman tidak memberikannya. Tak berhasil menipu Sutiman, Jamaluddin pun menjumpai Sogol (57) Ketua Koptan Sejahtera Dusun Tani B, Desa Sidodadi Ramunia. Sama seperti saat bertemu Ketua Koptan sebelumnya, Jamaluddin dengan gagahnya bertanya kepada Sogol jika Jamaluddin mau mengaudit semua Koptan yang ada di Desa Sidodadi Ramunia. Jamaluddin pun bertanya soal bantuan jetor, treser dan mesin babat. Mendapat pertanyaan dari auditor palsu itu, Sogol pun menjawab, semua bantuan itu masih ada. Ketika Jamaluddin menyinggung apakah ada mengeluarkan uang ketika Koptan Sejahtera mendapat bantuan? Dijawab Sogol, Koptan tidak ada mengeluarkan uang apapun. Merasa pertanyaan yang disodorkannya semuanya bisa dijawab oleh Sogol, maka Jamaluddin mencari akal dan menggertak Sogol. "Daripada nanti bertanya kepada masyarakat bisa panjang lebar. Kita pun mempersilahkan Jamaluddin untuk bertanya kepada masyarakat," ungkap Sogol kepada wartawan, Sabtu (06/05/2017) Namun saat Jamaluddin akan pulang, jelas Sogol, dia malah terus meminta uang. "Entah mengapa, malah kuberikan sebesar Rp400 ribu sambil mengatakan jika uang itu bukan dari Koptan tapi dari pribadiku," imbuhnya. Berhasil mengelabui Sogol dengan mendapat uang lalu Jamaluddin kembali beraksi dengan menanyakan koptan lainnya. Namun karena curiga, warga pun langsung mengamankan Jamaluddin dan saat diinterogasi, Jamaluddin tidak dapat menunjukkan KTP ataupun identitas lainnya. Selanjutnya Jamaluddin diamankan ke kantor Desa dan setelah diinterogasi, Jamaluddin diserahkan ke Polsek Beringin. Kepada petugas, Jamaluddin menunjukkan surat tugas yang diteken oleh Ketua Umum DPN LPPNRI) Ir Eko Soetikno dan Sekjend Pramudji Winrolo N tanggal 20 Mei 2015. Namun wilayah tugasnya di Pekanbaru, Propinsi Riau bukan di Sumatera Utara. (BS05)