Sembiring Sekeluarga Keracunan, Usai Santap Kepala Ikan Monja di Pancur Batu

- Kamis, 27 April 2017 23:40 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042017/6238_Sembiring-Sekeluarga-Keracunan--Usai-Santap-Kepala-Ikan-Monja-di-Pancur-Batu-.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Beritasumut.com-Keluarga Tenang Sembiring (38), warga Dusun V, Desa Namoriam, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, mengalami keracunan usai menyantap kepala ikan di salah satu rumah makan di Desa Namoriam, Kecamatan Pancur Batu, Selasa (25/04/2017) kemarin, sekitar jam 15.00 WIB.

 

Kepada wartawan Sembiring menceritakan, saat itu, dia bersama istrinya Surihati Sitakar (35) dan anaknya Cindi (10), Cintia (8), Olivia (5), Aditia (2), dan Casea yang masih umur delapan  bulan menyantap kepala ikan monja di sebuah warung yang tak jauh dari rumah mereka.

 

"Kala itu, kami sedang lapar. Sehingga kami memesan dua kepala ikan monja ke rumah makan itu. Setelah itu, istri dan anakku langsung muntah-muntah serta kepalanya pening," kata Tenang sembari menyebut dua kepala ikan itu dibelinya seharga Rp 20 ribu, Kamis (28/04/2017).

 

Meski sekeluarga itu muntah-muntah dan merasa pening, namun mereka masih sempat melakukan upaya pengobatan tradisional. Namun, karena sakitnya tidak berhenti, sekeluarga itu akhirnya dibawa kerabat dan tetangganya ke Puskesmas terdekat."Awalnya kami berupaya untuk makan obat tradisional. Tetapi, tidak ada perubahan sehingga kami memutuskan untuk berobat ke Puskesmas terdekat," ujarnya.

 

Namun perawatan di Puskesmas itu juga tidak membawa perubahan bagi keluarga itu. Sehingga, pihak puskesmas merujuknya ke Rumah Sakit (RS) Sembiring, Delitua. "Kami sempat dirawat di Puskesmas, tetapi karena tidak ada perubahan dan pihak Puskesmas pun menganjurkan kami untuk dirujuk ke RS Sembiring, Delitua," sebutnya.

 

Untungnya, sambungnya, setelah mendapat perawatan medis di RS tersebut, kini keempat anaknya sudah merasa lebih baik. "Tinggal istriku saja yang masih perlu opname ini, seluruh anak-anakku sudah mulai merasa lebih lega," ucapnya.

 

Sementara itu, Joseb Gurusinga (42), salah satu warga yang membantu korban mengaku, saat kejadian itu sekeluaga tersebut sudah tidak lagi bisa berbuat apapun. Kondisinya lemas dan tidak bisa berbuat banyak. Karenanya, warga sekitar yang membawanya ke RS. "Mereka (korban) sudah tidak tau lagi apa yang harus dilakukan. Sebab, kondisinya sudah lemas dan pusing karena terus muntah. Cairan di tubuhnya juga sudah berkurang banyak. Sehingga mereka pasrah saja saat kami bawa ke RS," paparnya.

 

Menurutnya, keluarga korban itu merasa mual, lalu muntah-muntah dan pening tak lama setelah menyantap dua kepala ikan monja di salah satu rumah makan di kawasan itu. "Penyebabnya tidak tau, tetapi usai makan ikan monja itu, mereka (korban) langsung muntah-muntah. Mungkin itukarena keracunan makanan," pungkasnya. (BS03)

 


Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Denpom I/5 dan Polrestabes Medan Gerebek Arena Judi di Pancur Batu

Peristiwa

Antisipasi Kemacetan, Kapolsek Pancur Batu Atur Lalin di Pasar Pancur Batu

Peristiwa

Management RSUD Pancur Batu Kembali Menahan Gaji Tenaga Honorer

Peristiwa

Indosat Resmikan Kampung IM3 di Wilayah Sumatra, Berdayakan Masyarakat Desa dengan Teknologi Digital

Peristiwa

Gaji Yang Dilaporkan ke BPJS Tidak Sesuai, Honorer di RSU Pancur Batu Protes

Peristiwa

Kepemilikan Senpi ESG, Warga Pancur Batu Minta Hakim Berdiri Tegak Lurus Berikan Putusan